AB Ningrat Deklarasikan Dukungan  Kepada   AMIN

Headline2, Politik118 Dilihat

Teras Malioboro News —  Ratusan orang yang terdiri dari seniman, budayawan, aktivis pemajuan kebudayaan, akademisi,  aktivis LSM, aktivis 80 & 90, aktivis perempuan, dan pengusaha Yogyakarta, menggelar Deklarasi Kebudayaan AB Ningrat Indonesia di Omah Ropingen, Jalan Mentaok Raya Gang Arjuna Kotagede Yogyakarta, Sabtu  (30/9/2023).

Deklarasi ini dihadiri oleh  aktivis 1980 dan 1990 seperti Sudirman Said, Untoro Hariadi, Dadang Yuliantoro, Radar Baskoro, Brotoseno, Santoso AS ,Prof. Dr. Purwo Santoso , Aenul Hadi (putra KH Idham Chalid) serta ratusan elemen masyarakat. D

Selain itu,  hadir juga  perwakilan Nasdem, PKS, PKB, FPN, Jarnas, BAJA AMIN (Tim Pemenangan Anies _ Imin), Wanita Islam, Sobat Anies Nasional, KitaAnies, PAN Kotagede, dan Kader Golkar.

Ketua Panitia Deklarasi AB Ningrat, Sigit Sugito menjelaskan AB Ningrat Indonesia merupakan   sebuah paguyuban kebudayaan yang menyatakan dukungan kepada  Anies Rasyid Baswedan dan Abdul Muhaimin Iskandar  (AMIN ) sebagai pasangan Presiden dan Wakil Presiden 2024.

Dukungan ini dilandasi alasan  Capres dan Cawapres tersebut dirasa akan membawa perubahan dan perbaikan atas segala keburukan dan kerusakan negeri ini dengan mengedepankan budi pekerti dan politik kebudayaan.

” AB Ningrat secara  golong-gilig, nyawiji, grêgêt, sêngguh ora mingkuh sebagai wujud nikmat atas ridha Illahi atas restu Semesta Bumi dan Matahari, secara bulat menyatakan dukungan  kepada pasangan Capres Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar. ” ujar Sigit kepada sejumlah awak media usai deklarasi

Baca Juga : Jelang Tahun Politik 2024, Banser NU Perkuat Barisan dan Satu Komando

Ditambahkan Sigit,  kali ini AB Ningrat memilih  Omah Ropingen  sebagai lokasi deklarasi karena  di tempat ini merupakan tempat bersejarah bertemunya dialektika gagasan dan pikiran serta ide-ide membangun bangsa melalui kongres Syarikat Islam tahun 1924 melalui dialog dan musyawarah para tokoh-tokoh bangsa dalam kebersamaan dan bingkai budaya.

“Omah Ropingen, adalah jantung peradaban Mataram Islam yang dibangun oleh Panembahan Senapati tahun 1556 dengan meletakan dasar-dasar toleransi dan akulturasi budaya yang adiluhung.” Sigit menjelaskan.

Lebih lanjut diungkapkan,  AB Ningrat Indonesia, dalam dinamika sejarah perjuangan selalu meletakan nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap karya dan gerak aktivitasnya selalu berada dalam perjuangan memajukan kebudayaan untuk nilai-nilai keindahan, keadilan, dan kemakmurannya.

Baca Juga : Mendes PDTT :  Hindari  Politik Praktis, Bangun Politik Kebangsaan

AB Ningrat Indonesia adalah perkumpulan yang mendedikasikan diri dengan kerja-kerja kebudayaan, politik kebudayaan untuk ikut memberi sumbangsih perpolitikan indonesia yang berbudi pekerti, berbudaya menuju indonesia yang bermartabat dan berdaya.

Selain deklarasi pada kesempatan tersebut juga dibacakan  Ikrat Kebudayaan AB Ningrat yang dibacakan oleh Teguh Suyoto Dwiworo .  Dalam ikrarnya Teguh  menegaskan, seniman, budayawan, dan aktivis pemajuan kebudayaan dalam dinamika sejarah perjuangan selalu meletakan nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap karya dan gerak aktivitasnya selalu berada dalam perjuangan memajukan kebudayaan untuk nilai-nilai keindahan, keadilan, dan kemakmurannya.

Sementara itu, Sudirman Said dalam pidato politiknya mengatakan, pergerakan Anies Baswedan – Muhaimin sebagai Capres Cawapres semakin tidak terbendung di berbagai wilayah kota di seluruh Indonesia. Ini tidak semata-mata hasil kerja keras Anies – Muhaimin atau tim yang mendampinginnya. Namun lebih pada tangan-tangan Tuhan yang turut menggerakan semua langkah tujuan dari perjuangan menuju perubahan yang berkeadilan menuju kemakmuran.

“Betapun kerasnya berusaha. Sekeras apapun kita berusaha, tanpa ijin Tuhan tidak akan mencapai apa-apa,” tegas Sudirman Said.

Baca Juga : Prabowo – Airlangga Hartarto, Pasangan Capres-Cawapres yang Tepat

Pada kesempatan itu, Sudirman Said menyetir pendapat pemikir TNI Jenderal Purnawirawan Sayyidiman Suryo Hadiprojo, hebatnya Indonesia itu mempunyai Pancasila. Bangsa yang begitu beragam dari segi agama, etnis agama, peradaban, dengan beragam tingkat kemakmuran dan pendidikan tapi semua itu bisa diikat dengan Pancasila.

Pancasila itu rumusan dari tujuan bernegara yang dicantunmkan pada sila ke- 5 Keadilan Sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia. Untuk mewujudkan hal tersebut dengan cara musyarwah atau sila ke-4. Musyawarah tak mungkin bersatu karena itu bangsa Indonesia mempunyai sila ke-3. Rasa persatuan tak mungkin diikat apabila bangsa ini tak menghormati kemanusia yang adil dan beradab (sila ke-2).

“Tapi yang paling penting dari segalanya adalah kita pnya sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa. Peristiwa deklarasi Kebudayaan hari ini adalah perwujudan dari asset kelima Pancasila tadi. Kita berkumpul didasari niat untuk menyelesaikan masalah-masalah kebangsaan menuju tujuan bernegara keadilan sosial didasari peristiwa bersejarah hampir 100 tahun lalu 1924,” tandas Sudirman Said. (*)

Komentar