Anggota DPD RI Hafidh Asrom : Pemda DIY Harus Seimbangkan Penggunaan Dana Keistimewaan

Headline1, Pendidikan136 Dilihat

TERAS MALIOBORO NEWS – Pemerintah DIY harus menyeimbangkan penggunaan atau pemanfaatan Dana Keistimewaan (Danais) untuk tiga pilar utama Keistimewaan Yogyakarta yaitu budaya budaya, pendidikan, dan pariwisata.

Demikian disampaikan Senator DPD RI pemilihan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Drs HA Hafidh Asrom MM dalam acara Silaturahmi dan Serap Aspirasi Guru KB-TK, SD, dan SMP se-Kabupaten Gunungkidul, Kamis (7 Juli 2024).

Hafidh menjelaskan, saat ini Dana Keistimewaan DIY berjumlah hampir Rp 1,5 triliun dan sebagian besar masih digunakan atau dimanfaatkan untuk bidang kebudayaan, sedangkan bidang pendidikan dan pariwisata masih belum maksimal.

“Seandainya alokasi Dana Keistimewaan untuk pendidikan 25 persen saja, maka akan sangat berpengaruh pada percepatan dan kemajuan kualitas sumber daya manusia di DIY,” ujar Hafidh.

Hafidh Asrom : Guru Inspirasi dan Kunci Bagi Kejayaan Bangsa

Mengalokasikan 25% dari Danais untuk pendidikan, yaitu sekitar Rp 375 miliar dari total Rp 1,5 triliun, diakui Hafidh bisa mendorong percepatan kemajuan SDM di Yogyakarta. Adapun strategi penggunaannya dapat secara efektif untuk meningkatkan pendidikan  seperti Beasiswa Keistimewaan.

Program Beasiswa Keistimewaan menyediakan beasiswa penuh atau sebagian bagi mahasiswa asli Yogyakarta untuk studi di perguruan tinggi lokal maupun nasional. Atau hal lain yang terkait dengan peningkatan kualitas pendidikan.

Menurut Hafidh, peningkatan akses ke pendidikan tinggi dengan adanya beasiswa memungkinkan lebih banyak anak Yogyakarta melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, membuka peluang karir yang lebih luas. Selain itu peningkatan kualitas pembelajaran merupakan investasi dalam infrastruktur dan alat pembelajaran meningkatkan kualitas pembelajaran, menjadikan proses belajar mengajar lebih efektif dan modern.

Dalam acara serap aspirasi terlihat banyak keluhan guru bahwa mereka tak mampu menguliahkan anaknya karena biaya yang cukup tinggi. Para guru menyatakan setuju jika Danais dialokasikan untuk beasiswa bagi anak-anak Yogyakarta.

Senator DIY Hafidh Asrom dan Dinas Pendidikan Bahas Program Indonesia Pintar

Prihatin dengan banyaknya guru di Yogyakarta yang kesulitan membiayai kuliah anak-anak mereka, Hafidh menilai bahwa hal itu menunjukkan perlunya alokasi Dana Keistimewaan untuk mendukung pendidikan tinggi melalui beasiswa.

Hafidh mengemukakan bahwa ada yang salah dalam pengelolaan keuangan Dana Keistimewaan DIY yang tidak memperhatikan kemajuan pendidikan dan SDM. “Saya melihat ada yang salah dalam pengelolaan Dana Keistimewaan,” tegas Hafidh.

Ia berharap, ke depan tidak ada lagi guru yang mengeluh karena anaknya tidak melanjutkan ke perguruan tinggi, padahal guru itu sendiri adalah seorang pendidik. “Adanya program Beasiswa Keistimewaan merupakan solusi bagi dunia pendidikan di DIY,” kata Hafidh.

Ia mengatakan, dengan mengimplementasikan program Beasiswa Istimewa untuk anak-anak guru Yogyakarta dapat mendukung mereka dalam mencapai pendidikan tinggi, yang pada akhirnya meningkatkan kualitas hidup dan kontribusi mereka terhadap pembangunan daerah.

Senator DIY Hafidh Asrom dan Perguruan Tinggi Bahas Program Beasiswa Keistimewaan

Terkait angka yang menunjukkan hanya 9% anak-anak Yogyakarta lulusan SMA dan SMK melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi mengindikasikan perlunya intervensi yang lebih kuat untuk meningkatkan akses dan partisipasi dalam pendidikan tinggi. Mengalokasikan Dana Keistimewaan untuk program beasiswa dan inisiatif lainnya bisa menjadi solusi yang efektif.

Dengan strategi ini, diharapkan partisipasi anak-anak Yogyakarta dalam pendidikan tinggi dapat meningkat secara signifikan. Dukungan finansial, kesadaran yang lebih tinggi, dan bimbingan yang memadai dapat membantu siswa mengatasi hambatan yang mereka hadapi dalam melanjutkan pendidikan setelah lulus SMA atau SMK. ***

Komentar