Anggota MPR RI/DPD RI Hafidh Asrom Temu Kangen Bersama Kiai, Nyai dan Gus

Sampaikan Pembangunan Sekolah Berkelas Dunia

Headline1, Jogja Raya321 Dilihat

TERAS MALIOBORO NEWS – Anggota MPR RI/DPD RI Drs HA Hafidh Asrom MM menggelar acara silaturahmi bersama ulama, kiai, nyai dan gus-gus, Sabtu 13 Januari 2024, di Asram Edupark Sleman.

Pertemuan tersebut bernuansa kangen-kangenan yang sudah lama tidak bertemu. Acara diadakan setelah Hafidh Asrom diangkat sebagai anggota MPR RI/DPD RI Pengganti Antar Waktu (PAW) yang masanya masih 10 bulan lagi. Saat ini Hafidh terhitung menjadi anggota MPR RI/DPD RI perwakilan DIY 4 periode.

Kepada para kiai, nyai dan gus, Hafidj Asrom menyampaikan hikmah selama 4 tahun tidak menduduki jabatan anggota DPD RI ada sejumlah pekerjaan besar yang akhirnya bisa terwujud.

Pekerjaan tersebut yaitu membangun boarding school sekolah Al Azhar, pembangunan gedung sekolah Al Azhar di Bantul 5 lantai dan membangun Al-azhar Yogyakarta World School 10 lantai di Sleman.

Hafidh Asrom Dirikan Sekolah Al Azhar Berkelas Dunia

Ia menjelaskan bahwa Al Azhar Yogyakarta World School nantinya mewajibkan seluruh siswa guru dan karyawan berbahasa Inggris selama berada di kampus, termasuk satpam dan cleaning service.

Al Azhar Yogyakarta World school merupakan sekolah umum berbasis agama. Adapun kurikulumnya memadukan 3 kurikulum yaitu kurikulum merdeka, kurikulum Al Azhar dan kurikulum sekolah Cambridge Inggris.

Sekolah internasional ini merupakan penyaluran keinginan orang-orang yang anaknya ingin di sekolahkan di luar negeri seperti Eropa, Amerika dan Australia namun memiliki dasar keislaman yang kuat.

“Inilah yang membedakan Al Azhar Yogyakarta World School dengan sekolah-sekolah internasional yang ada di Yogyakarta,” ujar Hafidh Asrom.

Anggota DPD RI Hafidh Asrom Siap Perjuangkan Aspirasi Para Pelaku Pariwisata DIY

Sebagai anggota DPD RI, Hafidh mengatakan bahwa dirinya ingin memperjuangkan dana keistimewaan yang digunakan untuk pembiayaan beasiswa bagi anak-anak kurang mampu di Yogyakarta yang ingin melanjutkan kuliah.

Menurutnya dana keistimewaan dapat digunakan untuk pembiayaan beasiswa bagi anak-anak warga Yogyakarta yang tidak mampu namun ingin melanjutkan studi kuliah. Apalagi Yogyakarta dijuluki sebagai Kota Pendidikan sehingga wajar dana keistimewaan di alokasikan untuk beasiswa pendidikan anak-anak Yogyakarta.

“Yogyakarta ini punya nama Kota Pendidikan, Kota Budaya dan Kota Pariwisata, sehingga wajar seandainya dana keistimewaan yang besarnya hampir dua triliun rupiah disalurkan sepertiganya untuk beasiswa pendidikan,” kata Hafid.

Hafid juga mengatakan, sebagai Kota Pariwisata anak-anak Yogyakarta diberikan kesempatan untuk mendapatkan beasiswa pendidikan kuliah di perguruan tinggi perguruan tinggi pariwisata. Sebab selama ini anak-anak yang kuliah di perguruan tinggi Pariwisata lebih banyak dari luar daerah terutama dari NTT, NTB, Sumatera dan lain-lain.

Ternyata anak-anak yang kuliahnya di Yogyakarta mampu membangun dunia pariwisata di daerahnya masing-masing, dan mampu mendongkrak dunia pariwisata di daerahnya dan mengalahkan Yogyakarta.

Aliansi Mahasiswa Jateng Tolak Pelanggar HAM, Bagikan Selebaran di 150 Kampus se-Jawa Tengah  

Hafid menyatakan akan bertemu dengan para pimpinan perguruan tinggi pariwisata untuk memberikan alokasi beasiswa pendidikan khusus anak-anak warga Yogyakarta.

“Setidaknya satu persen dari seluruh kuota mahasiswa diberikan kepada anak-anak warga Yogyakarta untuk mendapatkan beasiswa pendidikan,” ujarnya.

Forum Silaturahmi

Dalam pertemuan tersebut Gus Yusuf, salah satu tokoh di Sleman, mengusulkan agar perlu dibentuk forum silaturahmi antar kiai, nyai, dan Gus yang tujuan untuk penguatan silaturahmi.

Gagasan Yusuf mendapat respons positif dari peserta lainnya. Adapun pertemuan forum silaturahmi kiai, nyai dan Gus setidaknya diadakan 2 atau 3 bulan sekali. ***

Komentar