Bahagia Itu Bersemayam Di Dalam Hati

Ustadz Sujarwo

Oase891 Dilihat

Teras Malioboro News РIbarat ikan yang mati kehausan di dalam air. Begitulah perumpamaan orang yang sibuk  mencari kebahagiaan kesana kemari. Padahal, bahagia itu ada di dalam diri. Bersemayam di dalam hati. Setiap detik bisa kita rasakan dan nikmati.

Sebangun dengan kiasan, seperti orang yang sibuk mengetuk pintu karena merasa ada di luar. Padahal, dirinya telah berada di dalam rumah.  Tidak menyadari, kalau bahagia itu mengalir dan mengular di dalam diri. Mengikat dan mengait kuat di dalam hati.

Bahagia itu, hati yang menerima apapun yang telah terjadi dengan ikhlas. Baik suka cita maupun duka lara. Karena kita berfokus pada Allah yang mengijinkan semua kejadian. Tanpa pengecualian.

Bila diberi kesulitan dan kehilangan, sabar yang kita genggam. Jika Allah beri kemudahan dan kelebihan, syukur yang kita hamparkan. Hati tetap tenang, lapang, dan senang.

Baca Juga : Bahagia Itu Dekat Dan Sederhana

Bahagia itu, hati yang tidak kuatir terhadap apa saja yang akan terjadi. Sebab mewakilkan sepenuhnya kepada Allah, buah dan hasil dari apa yang telah kita ikhtiarkan dan jalani. Kita menyadari bahwa tugas makhluk sebatas berikhtiar yang terbaik. Merencanakan dengan rencana terbaik dan merealisasikan dengan cara yang terbaik.

Bahagia itu, kita menjalani saat dan hari ini dengan hati yang tenang, lapang, dan senang. Tersebab, semua kita lakukan semata-mata karena Allah yang Maha Rahman. Tidak sibuk ingin mencari perhatian, pujian, balasan, dan apapun dari makhluk Tuhan. Hanya kepada Allah, hati kita tersambung dan bergantung.

Bahagia itu, hati yang dipenuhi iman, yang membimbing cara kita merasa, berpikir, dan melihat. Memandu, cara kita bersikap, berkata, dan berbuat. Jadi, berbahagialah.***

Komentar