Cinta dan Kasih Sayang Allah

Oleh Ustadz Sujarwo

Headline1, Oase307 Dilihat

Teras Malioboro News – Cinta dan kasih sayang Allah, secuil pun tidak berubah. Kalau terasa berkurang, tolong check lebih dalam. Jangan-jangan, cinta dan kasih sayang kita terhadap sesama yang menurun tajam. Bila terasa menipis, tolong telisik lebih teliti. Jangan-jangan, kebaikan kita pada sesama yang sedang kritis.

Cinta dan kasih sayang Allah tidak berubah. Jika kita merasa, pertolongan Allah jarang berkunjung datang. Jangan-jangan, pertolongan kepada sesama, yang tidak lagi kita ulurkan.

Cinta dan kasih sayang Allah, hadir dalam setiap pintalan cinta dan kasih sayang, yang kita rajut terhadap sesama. Hadir dalam setiap benang kebaikan, yang kita jahit kepada manusia dan semesta.

Baca Juga : Bersabarlah dan Terimalah

Ingatlah, Allah menyebut kita, bila kita menyebut Allah. Allah mengingat kita, bila kita mengingat Allah.

Bila kita mendekat sejengkal, Allah mendekat, sehasta. Bila kita merapat sehasta, Allah merapat sedepa. Bila kita berjalan datang kepada Nya, Allah datang berlari ke arah kita.

Berlaku semacam prinsip gema. Apa yang kita terima, sesuai dengan apa yang kita berikan. Bila kita menebar angin, bersiaplah menuai badai. Jika kita menabur serbuk sari kebaikan, nantikan panen kembang keindahan.

“Jika kamu berbuat baik, berarti kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka kerugian kejahatan itu untuk dirimu sendiri.” [QS.17 : 7]

Oleh karena itu, tebarkan cinta dan kasih sayang. Warnai dan cerahkan hari-hari dengan berbagi dan memberi. Rasakan kebahagian, dengan membuat orang lain bahagia.***

Komentar