Desa Wisata Dan Pokdarwis Mendesak Masuk di Perubahan UU Kepariwisataan

Kunjungan Kerja Komite III DPD RI

Headline1, Politik356 Dilihat

Teras Malioboro News – Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Daerah Istimewa Yogyakarta, Hafidh Asrom, memiliki pandangan yang selaras dengan Plh Kepala Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta, Kurniawan, berkaitan pentingnya memasukkan Desa Wisata dan Kelompok Sadar Wisata di dalam RUU Perubahan UU nomor 10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan. Hal ini terungkap di dalam kunjungan kerja perdana Hafidh Asrom selaku anggota Komite III DPD RI (Selasa, 9/1/2024). Bertempat di Dinas Pariwisata DIY.

Bukan hanya penting. Tetapi sudah pada tahap mendesak. Supaya ada payung hukum yang kokoh, bagi keberadaan, pembinaan, dan pengembangan 205 Desa Wisata yang tersebar di DIY. Begitu pula, penguatan peran dan fungsi Pokdarwis yang selama ini menjadi garda depan perintisan, pertumbuhan, dan perkembangan desa wisata.

Baca Juga : Hafidh Asrom Resmi Jadi Anggota DPD RI untuk Periode Keempat

Di samping berkenaan Desa Wisata, pembahasan penting lain yang mengemuka, berkenaan dengan urgensi pengembangan wisata halal. Bukan hanya menjadi trend wisata global. Akan tetapi, secara khusus, juga ada permintaan yang kuat dari wisatawan mancanegara yang datang ke DIY. Untuk diketahui, wisatawan mancanegara terbanyak yang berkunjung ke DIY berasal dari negara Malaysia, yang mayoritas penduduknya beragama Islam.

Dalam kesempatan tersebut juga, Hafidh Asrom mengapresiasi kinerja Dinas Pariwisata DIY atas capaian kunjungan wisatawan ke DIY yang meningkat pesat di tahun 2023. Bahkan, untuk wisatawan mancanegara, lonjakannya sampai empat kali lipat dibanding tahun 2022 yang lalu.

Hafidh Asrom diapit oleh Plh Dinas Pariwisata DIY, Sekretaris Dinas Pariwisata DIY, dan Kepala Kantor DPD RI DIY.

Meskipun demikian, Hafidh Asrom mewanti-wanti agar Dinas Pariwisata DIY tidak terlena. Sebab, wisata yang berkualitas, bukan hanya sebatas soal jumlah pengunjung. Tapi juga berkaitan durasi mereka tinggal, besaran pengeluaran yang mereka belanjakan, dan pembukaan lapangan kerja.

Hafidh Asrom mendorong pula, supaya Dinas Pariwisata DIY secara serius mengoptimalkan banyak potensi pariwisata yang luar biasa, yang belum digarap dengan baik. Salah satunya wisata kesehatan. Padahal, DIY punya banyak rumah sakit dengan kualitas dokter, sarana pendukung, dan pelayanan berkelas internasional. Sayangnya, belum disinergikan dengan baik dan dikemas secara menarik.

Sementara itu, Plh Kepala Dinas Pariwisata, Kurniawan, yang didampingi Lis Dwi Rahmawati, selaku Sekretaris, mengungkapkan penghargaan dan terimakasih atas kunjungan kerja Hafidh Asrom. Mereka berharap aspirasi dan masukan dari Dinas Pariwisata yang mewakili suara stakeholder pariwisata DIY dapat diperjuangkan oleh DPD RI.***

Komentar