Diguyur Hujan, Penampilan JKT 48 di Panggung PJF 2024 Tetap Meriah

Teras Malioboro News —  Konser JKT48 di Prambanan Jazz Festival 2024 berlangsung meriah dan penuh energi. Penampilan mereka diiringi hujan deras, namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat para penonton. JKT48 membawakan lagu-lagu hits mereka, termasuk “Heavy Rotation”, yang membuat para penonton semakin bersemangat.

Para WOTA – sebutan untuk penggemar JKT 48 –  larut dalam irama lagu-lagu yang dibawakan oleh  para member JKT 48.  Mereka bahkan tak beranjak dari tempat duduk mesti semakin malam  gerimis turun semakin deras.  Beberapa penonton terlihat mengabadikan penampilan  girl band ini dengan ponsel mereka masing-masing . Pada sisi lain terlihat penonton mengayun-ayunkan lightstick sehingga suasana terlihat sangat syahdu.

Diguyur Hujan, tak menyurutkan semangat penonton PJF 2024

Baca Juga : Rajawali Indonesia  Rilis Tiket Resmi Early Bird  PJF 2024  ”

Tampil diatas panggung megah dengan belasan member,  grup ini tampil penuh semangat. Dibuka dengan tembang  “ Seventeen “  dan “ Arah Sang Pencipta dan Balasannya “ , membuat para penonton makin bersemangat. Pertunjukan semakin mengalir ketika grup ini menampilkan  sejumlah tembang andalan seperti “ Himawari “ , “ Pesawat Kertas “ serta beberapa tembang lainnya.

Kepada penggemarnya , para member mengaku penampilannya di Panggung Prambanan Jazz Festival 2024 ini merupakan yang pertama kalinya. Mereka juga mengaku sangat  terkesan dengan semangat para  penonton yang rela berbasah ria .

Namun yang sangat spesial, kali ini JKT 48 membawakan dua buah lagu yang diaransemen dengan irama Jazz sehingga terasa sangat berbeda.  Salah satu member mengatakan, penampilan malam itu membuat  mereka ingin tampil kembali di panggung  Prambanan Jazz Festival untuk kesempatan yang akan datang.

Arena PJF 2024 yang dikemas berbeda dibanding tahun sebelumnya.

Baca Juga : Queen At The Opera Batal Tampil di PJF 2024. Promotor Minta Maaf.

Secara umum,  Prambanan Jazz Festival 2024 ini memang dikemas sangat berbeda dibanding tahun sebelumnnya. Selain lebih luas,  nuansa Festival  lebih terasa meski sebuah wahana yang direncanakan akan ditampilkan,  seperti wahana Bianglala , akhirnya dibatalkan karena alasan teknis.

“ Sudah kami persiapkan, tetapi karena alasan teknis dan non teknis akhirnya wahana bianglala tidak jadi kami hadirkan. “ ujar Drektur Utama Rajawali Indonesia Tovic Raharja yang ditemui disela-sela acara konser.

Sedangkan mengenai  pengaturan lokasi tenant, tata panggung dan tata lampu, Prambanan Jazz 2024 ini mengacu pada  sejumlah Festival di luar negeri. Hal ini sekaligus menjadi uji coba pengemasan konser musik berkelas internasional  di lokasi heritage yang sangat istimewa. ( */Sulist Ds )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *