Erick Thohir Berharap Porseni NU Diadakan Setiap 3 Tahun

Jadi Fondasi Kebangsaan

Teras Malioboro News, Surakarta — Hajat besar Pekan Olahraga dan Seni Nahdlatul Ulama (Porseni NU) resmi dibuka di Gedung Olahraga (GOR) Sritex Arena, Kota Surakarta, Jawa Tengah, Senin (16/1/2023) malam.

Menteri BUMN Erick Thohir saat pembukaan Porseni NU. (Screenshot TVNU)

Aktivitas Porseni NU yang akan berlangsung hingga Minggu (22/1/2023) secara langsung diresmikan oleh Ketua Panitia Pengarah Hari Lahir (Harlah) 1 Abad NU Erick Thohir.

Pembukaan Porseni NU 2023 ditandai dengan pembunyian terompet oleh Erick Thohir didampingi Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Ketua Panitia Porseni NU 2023 Nusron Wahid, Ketua Panitia Pelaksana Harlah 1 Abad NU Yenny Wahid, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Baca Juga : Hanya Kepada Allah Engkau Bertawakal

Dalam sambutannya Ketua Panitia Pengarah (SC) Satu Abad Nahdlatul Ulama Erick Thohir berharap agar kegiatan Porseni NU bisa dilakukan setiap tiga tahun sekali.

“Saya berharap kegiatan Porseni ini bisa dilakukan setiap tiga tahun sekali. Karena ini adalah fondasi kebangsaan, karena ini fondasi anak muda ke depan, generasi penerus kita,” ujar Erick Thohir.

Menurutnya, Porseni merupakan hal yang tidak kalah penting karena ada hubungannya dengan hati, semangat, dan raga. “Tetapi yang tidak kalah pentingnya justru hari ini Porseni. Kenapa? Karena ini justru tadi yang ada hubungannya dengan hati kita dengan semangat kita, dengan raga kita, bagaimana NU Indonesia bisa bersaing ke depan dengan bangsa-bangsa lain.”

Baca Juga : BRI Sabet Dua Penghargaan Internasional dari The Asian Bankers

Menurut Erick, siapapun pemimpinnya baik pusat atau daerah berkewajiban mendukung kegiatan Porseni. Apalagi, Erick mengatakan bahwa jika melihat dari perjalanan bangsa, Indonesia dan Nahdlatul Ulama merupakan dua fondasi yang tidak tergoyahkan.

“Kalau kita lihat perjalanan bangsa kita dengan NU tentunya ini adalah dua fondasi yang tidak tergoyahkan, di mana NU sudah menjadi fondasi daripada Bhinneka Tunggal Ika, NKRI harga mati,” ujar pria yang juga merupakan Menteri BUMN.

Lebih lanjut, Erick mengatakan bahwa Indonesia sebagai bangsa harus mulai suka atau tidak suka beradaptasi dengan perubahan. Begitu juga dengan Nahdlatul Ulama harus beradaptasi dengan perubahan.

Baca Juga : Inspiratif! Perempuan Banyuwangi Jadi AgenBRILink dengan Omset Ciamik

“Karena itu, kegiatan yang kita lakukan bersama-sama. NU Women yang dipimpin oleh Mba Yenny kita dorong, supaya bisa kita pastikan keluarga besar perempuan NU bisa setara, dan tulang punggung ekonomi keluarganya. Bahkan memberikan, sumbangsih pemikiran kepada bangsa kita,” imbuh Erick.

Begitu juga dengan kegiatan NUTech yang sudah berlangsung di Malang juga sama, supaya santri jangan sampai tidak mengenal teknologi yang merupakan bagian penting dalam kehidupan ke depan.

Porseni NU 2023 ini dibuka dengan diawali menghitung mundur oleh seluruh atlet yang memadati tribun GOR Sritex Arena Surakarta. Acara ini dimeriahkan oleh penampilan paduan suara dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas (RM) Said, dan Kavikepan Surakarta.

Baca Juga : Iga Feast , Aneka Olahan Iga Daging Sapi Yang Menggugah Selera.

Ada juga penampilan Tari Perisai Nusantara Bangkit oleh Ekos Dance Company. Tari ini dibawakan dengan nuansa tradisional dan modern. Terdapat senandung Shalawat Burdah yang dibawakan dengan langgam Jawa, tetapi menggunakan gerakan tari modern.

Kemudian dilakukan pengenalan kontingen se-Indonesia oleh Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Surakarta. Satu per satu dari mereka masuk membawa bendera.

Ada tiga orang pembawa bendera merah putih, satu orang pembawa bendera NU, dan satu pembawa bendera berlogo Porseni NU. Lalu, disusul oleh 34 orang pembawa bendera logo provinsi se-Indonesia. Mereka masuk membawakan bendera itu dengan iringan lagu Bangun Pemudi Pemuda dan Maju Tak Gentar.

Baca Juga : Kabar Gembira ! Astra Credit Companies Buka Lowongan Ribuan Tenaga Kerja

Selanjutnya, dilangsungkan pembacaan ikrar sportivitas atlet, juri, dan wasit Porseni NU 2023. Porseni NU memiliki cabang olahraga sepak bola, bola voli, bulu tangkis, dan pencak silat. Ada pula perlombaan seni yaitu Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), Musabaqah Qiraatil kutub (MQK), dan hafalan kitab alfiyah.

Pada pembukaan Porseni NU 2023 ini, turut hadir Wakil Rais Aam PBNU KH Anwar Iskandar yang membaca doa penutup. Hadir pula Katib Aam KH Akhmad Said Asrori, Wakil Wali Kota Surakarta Teguh Prakosa, dan sejumlah tamu undangan, serta ribuan atlet dan tim ofisial dari Sabang sampai Merauke. (Chaidir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *