GL Zoo Terima 10 Ekor Burung Hasil Sitaan BKSDA DIY

Satu Ekor Burung Mati

Teras Malioboro News— Kebun Binatang Gembira Loka  ( GL Zoo ) Yogyakarta  secara resmi menerima 10 ekor burung hasil sitaan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA ) DIY. Untuk selanjutnya burung-burung tersebut  akan menjalani pemeriksaan klinik dan ditempatkan dalam kandang karantina.

Kepala Unit Kesehatan Satwa GL Zoo, drh. Randy, menyampaikan 10 ekor burung yang telah tiba di GL Zoo  merupakan jenis burung yang langka dan dilindungi seperti : Kakatua Jambul Kuning, Nuri Kepala Hitam, Nuri Hitam, Nuri Bayan, Kakatua Maluku, dan Kasturi Ternate.

Oleh karena itu, penerimaan  burung-burung ini ini merupakan bagian dari upaya GL Zoo  dalam fungsinya sebagai salah satu lembaga konservasi untuk terus berperan dalam pelestarian satwa liar, dengan melakukan penyelamatan dan perawatan serta berfungsi sebagai tempat penitipan sementara.

“  Semuanya  tentu dengan memperhatikan asas kesejahteraan satwa (animal welfare) sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.22 Tahun 2019 tentang Lembaga Konservasi. “ ujar drh.Randy kepada para wartawan di GL Zoo , Kamis (20/7/2023).

Baca Juga : 12 Jenis Mamalia Ini Masih Lestari Di Hutan Merapi

Dijelaskan drh.Randy,  burung-burung yang baru saja diterima tersebut nantinya akan menjalani pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh oleh tim dokter hewan GL Zoo. yang mencakup pemeriksaan klinis dan pemeriksaan laboratorium, termasuk pengecekan virus flu burung atau Avian Influenza (AI), Newcastle Disease (ND), serta penyakit paruh dan bulu khusus di burung paruh bengkok atau Psittacine Beak and Feather Disease (PBFD).  Namun ada satu ekor burung Nuri Hitam beberapa hari lalu mati akibat malnutrisi dan enteritis.

Nantinya, usai diperiksa, burung-burung tersebut  kemudian ditempatkan dalam proses karantina untuk memastikan adaptasi mereka dengan lingkungan baru.

 

Dalam periode karantina selama minimal 30 hari, tim perawat satwa dan dokter hewan GL Zoo akan melakukan pengamatan intensif terhadap kesehatan dan perilaku masing-masing satwa. Setelah masa karantina selesai dan dilakukan penilaian kelayakan koleksi atau rehabilitasi,

“ Tujuan utama karamtina ini  adalah untuk menghindari penularan penyakit zoonosis dari satwa ke manusia. Selain itu, para satwa burung ini juga akan menjalani adaptasi perawatan, termasuk penyesuaian dengan jadwal pakan, enrichment, dan pemberian vitamin. “ tandas drh.Randy.

Baca juga : Lepas Dari Kandang SFF, Buaya Muara Akhirnya Berhasil Ditangkap di Sungai Oya

Ditegaskan drh.Randy,  GL Zoo sebagai lembaga konservasi berkomitmen untuk menjaga dan melindungi satwa-satwa liar. Upaya mereka terus meningkatkan kesejahteraan satwa menjadi tujuan utama dalam merawat dan melestarikan satwa-satwa liar yang ada. Selain itu, GL Zoo juga menekankan pentingnya edukasi konservasi bagi masyarakat agar dapat memahami betapa pentingnya perlindungan satwa.

Untuk itu drh.Randy mengajak masyarakat untuk bersinergi dalam pelestarian alam dengan tidak memelihara satwa dilindungi secara ilegal. (*/)

Komentar