Jam’iyyah SDI Al Azhar 31 Yogyakarta, Gelar Jumat Berkah

Oleh : Bunda Laila Fitriyah

Pendidikan216 Dilihat

Teras Malioboro News – Hari Jumat adalah hari yang suci. Penghulu dari hari. Nabi merekomendasikan agar kita memperbanyak berbuat kebajikan. Tidak heran, pada hari tersebut, banyak orang berlomba-lomba untuk menebar dan menabur amal baik. Tidak ketinggalan, Jam’iyyah SD Islam Al Azhar 31 Yogyakarta.

Jam’iyyah SD Islam Al Azhar 31 Yogyakarta menyematkan nama program atau kegiatan tersebut, dengan sebutan Kegiatan Jumat Berkah. Diadakan secara rutin setiap hari Jumat.

Ada tiga tujuan utama dari kegiatan Jumat Berkah. Pertama, diharapkan mampu menumbuh kembangkan semangat berbagi melalui pembiasaan berinfak dan bersedekah. Kedua, ditujukan sebagai upaya membangun budaya peduli dan empati dengan lingkungan. Baik lingkungan sekolah maupun masyarakat. Ketiga, diharapkan dapat menjadi sarana menjalin ukhuwah islamiyah yang lebih erat dengan komunitas-komunitas kebaikan lainnya.

Sementara itu, sasaran penerima Jum’at Berkah sangat bervariasi. Diantaranya, warga di lingkungan Sekolah Islam Al- Azhar Sleman Yogyakarta. Seperti takmir dan panitia Masjid Al Hafidz, satpam, petugas kebersihan, petugas taman, dan pekerja lepas.

Baca Juga : Perbanyak Istighfar : Kunci Hidup Bahagia

Sasaran lainnya adalah Panti Asuhan, Pondok Pesantren, Rumah Singgah, dan masyarakat yang membutuhkan seperti pedagang kecil di pasar tradisional, tukang becak, pemulung, ojek online, tukang parkir, dan lain-lain.

Beberapa sasaran perlu kami sebutkan, sebagai contoh. Pondok Tahfidz Tuna Rungu Darul Ashom Jl Sumatera Sleman. Panti Asuhan Zuhriyah Rejodani Sleman. Pasar Rejodani Sleman. Panti Asuhan dan Pondok Pesantren Darrul Ilmi Pandowoharjo Sleman. Panti Asuhan Al Quddus Lempongsari Sleman.Rumah Singgah Pasien Anak (Khusus Kanker dan Kelainan Darah) Sariharjo Sleman. Pondok Yatim Dhuafa dan Muallaf Al Hafidh Asram Sleman. Pembagian On The Road di sepanjang Jalan Kaliurang. Drop Off makanan di Lemari Makan Gratis depan Toko Liman dan Pasar Kranggan.

Foto di Pondok RGI Laz Al Azhar. Pondok yang menampung remaja putus sekolah dari keluarga miskin. Mereka dididik untuk menjadi seorang chef selama 6 bulan secara gratis.

Di samping itu, karena kami berpusat di sekolah Islam Al Azhar, maka tentu saja, pembagian makanan dan minuman Jum’at Berkah, juga ditujukan bagi Anak-anak, bapak dan ibu guru, serta Karyawan Sekolah Islam Al Azhar Yogyakarta. Diadakan di Lobby SD Islam Al Azhar 31 Yogyakarta. Mereka dapat menikmati makanan dan minuman gratis, setelah selesai melaksanakan Sholat Jum’at di Masjid Al Hafidz.

Paling kurang ada tiga keunikan Kegiatan Jumat Berkah, yang kami gawangi. Pertama, berbeda dengan pelaksanaan Jumat berkah di tempat lain, makanan dan minuman justru kami bagi sebelum sholat. Kecuali yang ditujukan untuk jamaah yang selesai menunaikan ibadah sholat Jumat. Sebagaimana yang kami laksanakan di Lobby SD Islam Al Azhar 31 Yogyakarta.

Kedua, panitia yang bertugas di setiap Kegiatan Jum’at Berkah adalah salah satu dari Tim Piket Kelompok A sampai E. Mereka bertugas secara bergilir, yang terdiri dari 10 – 11 orang. Gabungan dari Pengurus Jam’iyyah sejumlah 3 – 5 orang dan Koordinator Kelas atau Korlas sebanyak 7 – 8 orang.

Menariknya, keanggotaan tim piket Kelompok A sampai E dari Panitia Jumat Berkah, ditetapkan melalui sistem undian. Sehingga, keanggotaan dalam sebuah tim bersifat acak. Karena tidak bisa main pilih sendiri. Tujuannya, dalam rangka mengakomodir rasa keadilan, sekaligus semakin mempererat silaturahmi antara Pengurus Jam’ iyyah dan Koordinator Kelas.

Ketiga, jumlah paket makanan dan minuman yang dibagikan setiap pelaksanaan Jum’at Berkah, sampai saat ini tidak menentu. Tergantung pada seberapa banyak donasi sedekah yang masuk kepada panitia. Donasi yang diterima bisa berupa uang maupun makanan dan minuman siap saji.

Sejauh ini, program Jumat Berkah, telah berjalan selama satu tahun ajaran. Manfaatnya telah dirasakan oleh masyarakat dan stakeholder di kampus Al Azhar. Tentu saja, kami berharap, kegiatan Jumat Berkah, dapat terus istiqomah digelar. Bahkan, oleh kepengurusan Jam’iyyah di masa datang. Semoga. ***

Komentar