Kalah Bersaing  , Sejumlah PTS  di Indonesia Terancam Gulung Tikar

Teras Malioboro News, Bali  –  Kampus swasta kini mengalami tantangan yang tak bisa dianggap remeh. Mereka perlu berjuang keras untuk membangun kepercayaan masyarakat, menarik minat calon mahasiswa baru, bahkan bersaing dengan kampus negeri maupun kampus luar negeri. Kegagalan dalam bersaing atau membangun kepercayaan masyarakat, dapat berujung kampus swasta gulung tikar.

Pakar Teknologi Pendidikan SEVIMA Ilham Dary  mengungkapkan bahwa beberapa kampus swasta kini telah mengalami penurunan pendaftar hingga 50 persen dari tahun ke tahun dan tren penurunan ini terus belanjut.

“PTS Gagal bersaing, gagal meningkatkan kepercayaan masyarakat sehingga  PTS terancam  gulung tikar. Sebab,  tak sedikit kampus yang pendaftarnya drop 50% year on year. Padahal, kehadiran kampus swasta masih sangat dibutuhkan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa!,” ungkap Ilham Dary dalam rilis media yang diterima redaksi Rabu (23/5/2024).

Kemudian Ilham menambahkan,  guna  meraih kembali kepercayaan masyarakat,  sejumlah  PTS perlu membangun jaringan  lewat berbagai kegiatan sehingga bisa diperoleh solusi bersama.  Beberapa solusi yang ditawarkan Ilham antara lain :  Memahami Poin-POint dan Niat Mulia dalam IKU, Melakukan Digitalisasi Sistem Kampus & Kolaborasi antar PTS,  Fokus pad Teaching Factory atau TEFA.

Baca Juga : Kementerian Pendidikan RI Gelar Kick Off Nasional Program Penguatan Ekosistem Kemitraan Pendidikan Vokasi

“ Indikator Kinerja Utama ditetapkan pemerintah sebagai panduan peningkatan kualitas kampus. Di dunia pendidikan, hal ini diatur lewat Keputusan Mendikbudristek Nomor 210/M/2023 dan memuat delapan aspek, beberapa diantaranya seperti ukuran lulusan yang terserap oleh industri, hingga kolaborasi dengan mitra internasional.” tegas Ilham

Ilham berpesan agar kampus memahami poin-poin dan niat mulia dalam IKU ini, sebagai sarana kampus meningkatkan kepercayaan masyarakat. Isi dari IKU ini sendiri sebenarnya sangat mulia. Seperti lulusan mendapat pekerjaan yang layak, sampai kerjasama dengan mitra kelas dunia.

Senada dengan Ilham , Kepala Kantor Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko dalam paparannya  menjelaskan bagaimana komitmen untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak boleh terkikis di kampus. Sehingga niatan mulia untuk mewujudkan SDM unggul guna mewujudkan Indonesia maju di Tahun 2040 dapat tercapai.

Ilham Dary Pakar Teknologi Pendidikan dari Sevima bersama Rektor Universitas Ngurah Rai Prof Ni Putu Tirka Widanti (Foto2 : Dok. SEVIMA ) 

Baca Juga : Pendidikan Vokasi Dituntut Menyesuaikan Diri di Era Perubahan

Sementara itu, Rektor Universitas Ngurah Rai (UNR) Bali Prof. Dr. Ni Putu Tirka Widanti, MM., M.Hum menyampaikan  bahwa kampusnya sudah menerapkan IKU dan terdigitalisasi dengan SEVIMA Platform.

“Hasilnya contoh untuk prodi hukum, terus dipercaya masyarakat dan sudah memperoleh penghargaan unggul dari LLDIKTI Wilayah 8 Kementerian Pendidikan. Kami sangat terbantu dengan sistem digitalisasi dari SEVIMA, dan berterima kasih kepada SEVIMA karena menjadi tuan rumah penyelenggaraan Workshop Nasional,” tutur Prof Tirka. (*/Sulist Ds )

 

Komentar