Masyarakat Katolik Se DIY Rayakan  Paskah Bersama di Wisma Syantikara

Berita, Headline193 Dilihat

 Teras Malioboro News  ( Sleman ) –   Sebagai upaya memperteguh iman   Paguyuban   Bimas Katolik  Kanwil Kemenag DIY  Rabu (12/4/2023) menggelar kegiatan Paskah  Bersama di Wisma Syantikara, Depok, Sleman. Kegiatan diisi dengan  Pembacaan Narasi Paskah , Renungan Paskah,  Pementasan Lagu Rohani,  dan Pentas Seni Tradisi.

Ketua Panitia Paskah Bersama  Paguyuban  Bimbingan Masyarakat Katolik Kanwil  Kemenag DIY   Agustina Noranisah Safriatun S.Ag menyampaikan,  kegiatan Paskah Bersama kali ini  diikuti oleh 400 orang  peserta dari  berbagai kalangan yang terdiri dari  para guru, PNS,  Pegawai dan Penyuliuh Agama Katok dalam lingkup Kanwil Kemenag DIY.  Adapun tema yang diusung  dalam kegiatan ini adalah “  Tinggal Dalam Kristus Hadirkan Damai  Bagi Sesama dan Alam Ciptaan “.

“ Paskah semestinya tidak  hanya diselenggarakan sebagai salah satu rutinitas kegiatan tahunan, tetapi sebagai peristiwa penting untuk lebih menyadari lagi arti pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib. “ ujar Nora dihadapan para jemaat.

Baca Juga : FKG UGM-Cobra Dental Berikan Topikal Aplikasi Fluor Gratis bagi 1.200 siswa SD di Jogja

Ketua Panitia Paskah Bersama Ag.Nuranisa Safriatun

Ditambahkan Nora,  dengan adanya perayaan Paskah ini maka hal yang lebih penting adalah jemaat menyadari anugerah keselamatan yang selama ini telah kita terima. Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban kita untuk membagikan kabar keselamatan itu kepada orang lain.

Sesuai tema yang diusung  , Nora berharap perayaan Paskah ini dapat menjadi ajang  berkumpulnya keluarga besar ummat Katolik untuk bersama-sama menyadari kembali arti keselamatan tersebut dengan saling  berbagi.

Sementara itu,  Rektor Sekolah Tinggi Seminari Anging Mammiri  Rm Simon Gausu Oscar Pr   yang pada kesempatan tersebut menyampaikan materi Renungan Paskah  berpesan, hendaknya  umat  meneladani  segala kepasrahan dari Tuhan Yesus.

Untuk itu, melalui kegiatan Paskah hari ini  hendaknya mampu mempererat  rasa persaudaraan antar sesama.

Selain itu Simon juga menasehatkan agar  jemaat Katolik selalu menjaga  api harapan , karena  sesuai Kuasa-Nya tidak ada yang mutahil bagi  Tuhan Allah.

Dicontohkannya, kebangkitan Yesus setelah dihukum mati di kayu salib menunjukkan bahwa kita dapat memiliki harapan yang sama dalam hidup kita. Bahkan dalam masa-masa sulit dan gelap, kita dapat percaya bahwa Allah selalu bersama kita dan dapat mengangkat kita dari kesulitan.

Baca Juga : Enam Warga Binaan Lapas Sleman Jalani Perekaman e-KTP Jemput Bola

Bimas Tolik Kanwil Kemenag DIY Kristoforus Selenius

Pada sisi lain, Pembimbing Masyarakat Katolik  ( Bimas Tolik ) Kanwil Kemenag DIY Kristoforus Sinselinus  menyampaikan, perayaan bersama tahun ini merupakan perayaan yang pertama kali setelah selama 3 tahun sebelumnya tidak dapat dilaksanakan karena pandemi.  Tradisi yang baik ini  hendaknya dimanfaatkan secara maksimal sebagai sarana silaturahmi antar umat.

Kesempatan ini juag dinilainya sebagai sebuah kesempatan untuk berbagi pengalaman mengenai tata cara pelestarian lingkungan. Hal tersebut dapat dilakukan secara sederhana mulai dari diri sendiri dan  masyarakat sekitar.

“ Ini sebagai bukti bahwa gereja Katolik termasuk didalamnya Bimas Tolik punya  kepedulian terhadap  alam penciptaan. “ ujar Kristoforus.

Ditambahkannya, pelestarian lingkungan ini akan membawa pesan damai terhadap alam termasuk manusia  termasuk diri kita sendiri. Sebab, damai terhadap alam ciptaan dan damai terhadap sesama manusia akan memberikan keseimbangan dalam  proses kehidupan. (*/SDs )

Komentar