Menjalankan Perintah Allah Itu Mudah

Oleh : Ustadz Sujarwo

Headline1, Oase231 Dilihat

Teras Malioboro News – Bila dikatakan menjalankan perintah Allah itu mudah, selintas mungkin dianggap halu atau menghayal tingkat dewa. Sebab, sudah berurat dan berakar di keyakinan dan mindset kita bahwa menunaikan perintah Allah itu susah. Pokoknya berat. Benarkah? Mari kita bedah. Jangan-jangan semua itu salah.

Dalam sebuah hadist Qudsi, Allah menyatakan bahwa Allah sesuai persangkaan dan keyakinan hamba-Nya terhadap diri-Nya.” Artinya, keyakinan kita bisa mengundang turunnya ijin dan ketetapan Allah. Dalam ungkapan yang lebih sederhana dapat kita nyatakan : “Keyakinan kita, dapat mengundang kenyataan!”

Bila sabar, ikhlas, tawakal, sholat khusyuk, dan perintah Allah lainnya, kita yakini dan anggap mudah, maka Allah akan mudahkan. Sebaliknya, bila kita yakini itu sulit, maka kita patut kuatir, ia benar-benar menjadi sulit untuk kita amalkan. Padahal, tidak ada yang sulit bagi Allah. Padahal, tidak ada yang sulit, bila Allah ulurkan pertolongan.

Atas dasar apa, kita meyakini bahwa menjalankan perintah Allah itu mudah? Kita percaya, setiap perintah Allah itu pasti baik bagi kita. Seijin Allah, pasti bisa kita laksanakan. Pasti mudah kita wujudkan. Karena setiap perintah Allah beralaskan sekaligus berpayung dan berselimut cinta serta kasih sayang-Nya.

Oleh sebab itu, pasti pas dan terukur. Seijin Allah, pasti bisa kita tunaikan. Tidak mungkin Allah membebani kita dengan perintah yang diluar kemampuan kita melaksanakannya. Tidak mungkin Allah menzalimi kita sedikitpun.

Bukan hanya pas dan terukur, seijin Allah, pasti bisa kita wujudkan. Sebab, Allah juga memberikan petunjuk bagaimana cara dan metode melaksanakannya. Berikut tolak ukurnya. Baik secara tersirat maupun tersurat. Sehingga, seijin Allah, mudah kita tegakkan dan dapat kita monitoring serta evaluasi hasilnya. Luar biasanya, supaya kita termotivasi, Allah juga telah menyiapkan balasan, hadiah, dan bonus besar, bila kita berusaha sungguh-sungguh untuk menunaikannya.

Supaya lebih mudah dipahami. Ijinkan saya memberi perumpamaan sederhana. Bila kita memberi perintah kepada anak yang kita cintai dan sayangi. Pasti perintah itu memiliki tujuan yang baik bagi anak kita. Pasti perintah itu sudah kita ukur, dapat dilaksanakan oleh anak kita. Kita beri tahu caranya. Kita penuhi fasilitas pendukungnya. Kita siapkan hadiah dan bonusnya. Kita hargai setiap upaya yang dilakukannya. Pada banyak momen saat dia menjalani, bila diperlukan dan kita anggap baik, kita beri bantuan dan pertolongan.

Baca Juga : Periksa Ulang, Sabar, Doa, dan Ikhtiar Kita

Bayangkan, itu pada diri kita dengan kasih sayang dan kemampuan yang terbatas. Apatah lagi bagi Allah yang cinta dan kasih sayang-Nya Maha luas. Dzat yang Maha halus dan lembut. Dzat yang Maha memelihara, merawat, melindungi, dan mendidik kita. Dzat yang Maha mengetahui dan kuasa.

Terakhir, meskipun Allah telah memberi segalanya, ada satu faktor lagi yang sangat penting, supaya seijin Allah, perintah-Nya tersebut, benar-benar terasa mudah untuk kita tunaikan : MEMPRAKTEKKAN, MELAKSANAKAN, dan MENJALANI. Tanpa ketiganya, perintah Allah tidak akan mungkin bisa terasa mudah kita tunaikan.

Sebab, mempraktekkan, mengamalkan, dan menjalani, akan melahirkan pengalaman dan ketrampilan. Dalam hal ini, kita bisa belajar, menikmati, dan mahir menunaikan perintah Allah. Sehingga, semua terasa mudah dan nikmat. Bila hal itu secara konsisten terus menerus berulang-ulang, akan menjadi kebiasaan dan menumbuhkan rasa cinta pada setiap perintah Allah. Bila sudah sampai tahapan demikian, ia akan menjelma menjadi karakter dan sejatinya kita.

Jadi, mulai hari ini, ubah keyakinan kita, ubah mindset kita, ubah sikap, ubah prilaku, dan ubah perbuatan kita. Katakan MUDAH untuk melaksanakan perintah Allah!***

Komentar