Pemkot Yogyakarta Luncurkan Gerakan Penggunaan Bio Los

Headline1, Jogja Raya182 Dilihat

Teras Malioboro News — Upaya menekan produksi sampah terus dilakukan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta. Untuk itu, Pemkot Yogyakarta meluncurkan gerakan Bio Los untuk menekan produksi sampah rumah tangga.

Bio Los merupakan kependekan dari Biopori dan komposter Losida. Bentuknya berupa pipa panjang yang kemudian ditanam ke dalam halaman atau pekarangan. Fungsinya selain untuk menampung sampah organik juga untuk meresapkan air hujan .

Sekitar dua bulan atau pada saat pipa biolos itu sudah penuh, sampah yang telah menjadi kompos tersebut diambil dan dapat dipakai sebagai pupuk tanaman hias atau sayuran dalam pot.

Penjabat Walikota Yogyakarta Singgih Raharjo menyampaikan, Bio Los merupakan salah satu alternatif mengatasi persoalan sampah , terutama sampah organik. Kombinasi antara biopori dan losida ini merupakan sebuah metode gabungan yang sangat sesuai diterapkan pada tiap rumah tangga. Karena bentuknya ramping maka tidak memerlukan lahan yang luas dan sangat mudah dioperasikan.

” Saya kira ini solusi mengatasi permasalahan sampah dari hulu yang sangat sesuai diterapkan. ” ujar Singgih disela-sela kunjungannya ke Kampung Klitren, belum lama ini.

Baca Juga : Pemkot Yogyakarta Siapkan 4 Lokasi  Tempat Penanganan Sampah Sementara

Selanjutnya Singgih berpesan, ketika persoalan sampah sudah tertangani sejak dari rumah, hendaknya masyarakat tidak lagi membuang sampah secara sembarangan di tepi-tepi jalan. Jika terpaksa harus membuang sampah, hendaknya sampah dipisah terlebih dulu sehingga dapat diolah di bank sampah.

Sementara itu, Pengelola Bank Sampah Anugerah Klitren Ermin Rukmiyati menambahkan, tingkat kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah mulai meningkat.

Baca juga : Pemkot Yogyakarta Deklarasikan Gerakan Zero Sampah Anorganik

Hal itu terlihat dari banyaknya setoran sampah anorganik ke bank sampah. Dengan adanya Bio Los ini diyakini akan lebih efektif dalam menangani persoalan sampah di wilayahnya setelah sebelumnya warga Klitren menggunakan ember untuk membuat kompos.
.“ Kompos ini sangat berguna sebagai pupuk tanaman sayuran yang kami tanam . Lumayan bisa menghemat anggaran belanja. ” ujar Ermin. (*/)

Komentar