Pemkot Yogyakarta Siapkan 4 Lokasi  Tempat Penanganan Sampah Sementara

Teras Malioboro News —   Dampak ditutupnya Tempat Pembuangan Akhir  (TPA ) Piyungan membuat sejumlah daerah harus berpikir keras dalam menangani persoalan sampah.  Sehubungan dengan hal ini Pemkot Yogyakarta kemudian  menyiapkan strategi guna menangani persoalan tersebut.

Penjabat Walikota Yogyakarta Singgih Raharja menyampaikan, saat ini Pemkot Yogyakarta telah menyiapkan 4 lokasi alternatif sebagai Tempat Penampungan Sampah  Sementara (TPSS) di wilayah  Kemantren Nitikan.

Untuk itu, pihaknya meminta agar masyarakat tidak perlu panik dalam menyikap penutupan TPA Piyungan yang berlangsung hingga September 2023 mendatang.

“ Masyarakat tidak perlu panik.  Kami telah menyiapkan penampungan untuk 40 hari kedepan. ” ujar Singgih kepada sejumlah wartawan di Balaikota Selasa (25/7/2023).

Baca Juga : KLHK dan Aisyiyah Dorong Pengurangan Sampah dari Sumbernya

Ditambahkan Singgih,  terhadap kapasitas lokasi TPSS tersebut kapasitasnya menyesuaikan pad masing-masing-masing tempat. Saat ini satu lokasi sudah mulai dipakai  guna menampung sampah-sampah masyarakat yang  diangkut dari tumpukan sampah yang ada dipinggir-pinggir jalan.

Ditegaskannya, masyarakat tidak perlu khawatir  bahwa lokasi TPSS tersebut akan overload. Sebab pihaknya telah melakukan penghitungan secara  cermat mengenai kapasitas lokasi. Bahkan pihaknya sudah melakukan pemetaan kapasitas  jauh-jauh hari.

Sementara itu, terhadap depo-depo sampah yang sebelumnya ditutup telah mulai dibuka kembali seperti : Depo Utoroloyo, Dukuh, Sariloyo, Ngasem, Pengok dan TPS Tamansari. Hanya saja, depo-depo tersebut  hanya melayani pembuangan sampah mandiri dari warga Kot Yogyakarta. Untuk dapat membuang sampah disini tidak sembarangan, karena dipersyaratkan sampah harus sudah dipilah terlebih dulu.

Penjabat Walikota Yogyakarta Singgih Raharja

Baca Juga : Pemkot Yogyakarta Deklarasikan Gerakan Zero Sampah Anorganik

Selain itu,  Pemkot Yogyakarta juga akan melakukan revitalisasi keberadaan Forum Bank Sampah  yang ada di setiap Kalurahan agar dapat menurunkan angka produksi sampah  pada setiap wilayah.  Berdasarkan catatan  Pemkot Yogyakarta, saat ini  volumen sampah di Kota Yogyakarta saat ini sudah mengalami penurunan dari 300 ton/hari menjadi 210 ton /hari.

Penurunan volume ini salah satunya karena pengaruh kampanye pemilahan sampah yang dilakukan secara masif mulai  Kemantren, Kalurahan hingga RT dan RW.  Kampanye tersebut akan terus digencarkan dan untuk tahun ini ditergetkan jumlah sampah dapat ditekan hingga 100 ton/hari.

Komentar