Periksa Ulang, Sabar, Doa, dan Ikhtiar Kita

Oleh : Ustadz Sujarwo

Headline1, Oase140 Dilihat

Teras Malioboro News – Ini adalah bagian akhir dari 4 tulisan untuk menjawab pertanyaan jamaah. “Mengapa meskipun kita sudah merasa menghamparkan sabar, doa, dan ikhtiar, namun masalah belum juga kunjung tuntas?”

Kualitas sabar, doa, dan ikhtiar kita, seijin Allah, menjadi salah satu kunci segera datangnya pertolongan Allah. Jadi, bila masalah belum juga tuntas, sementara kita merasa bahwa sabar, doa, dan ikhtiar telah kita gelar, jangan-jangan kualitasnya yang belum memenuhi syarat dan ketentuan yang Allah tetapkan. Jika ini yang terjadi, berarti Allah ingin menjadikan — masalah yang masih belum juga tuntas itu — sebagai sarana bagi kita untuk meningkatkan kualitas sabar, doa, dan ikhtiar kita.

Oleh karena itu, mari kita rasakan dengan seksama dan kita teliti dengan hati-hati. Apakah kita benar-benar telah menerima dengan ikhlas kejadian tersebut? Apakah tolak ukur sabar telah kita penuhi? Apakah masih ada rasa yang mengganjal, bahkan rasa dongkol di dalam diri? Apa masih ada rasa tergesa-gesa, bahkan rasa meronta-ronta, ingin masalah segera Allah pungkasi?

Demikian pula, apakah kualitas doa —secara khusus sholat kita — dan ikhtiar yang kita hamparkan telah mencukupi? Dari sisi kualitas ikhlas, ketundukan, dan keyakinan kita. Begitupun, dari sudut kuantitas yang kita hamparkan.

Baca Juga : Perspektif Ilmu dan Praktek Sabar

Pada titik ini, istighfar wajib kita gelar. Bahkan, terus kita tabur dan tebar. Mohon ampunan kepada Allah atas kelemahan dan kekurangan diri kita dalam sabar, doa, dan ikhtiar. Mohon Allah bimbing dan mampukan kita untuk terus berjalan di jalan yang lurus. Dengannya kita berharap, datangnya ampunan Allah. Tibanya rahmat dan pertolongan Allah.

“Beristighfarlah kepada Rabb kalian, sungguh Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan kepada kalian hujan yang lebat dari langit. Dan Dia akan memperbanyak harta serta anak-anakmu, juga mengadakan kebun-kebun dan sungai-sungai untukmu” (QS. 71 : 10 – 12)

“Barangsiapa yang melazimkan (membiasakan) membaca istighfar, Allah akan menjadikan baginya jalan keluar dari setiap kesusahan, dan solusi dari setiap kesempitan, dan memberikan kepadanya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (HR Abu Dawud, An-Nasa’i, Ibnu Majah, & Al-Hakim).

Akhirnya, saya doakan semoga Allah bimbing dan mampukan kita untuk menjadi orang yang sabar. Allah tanamkan dan kokohkan rasa tenang, lapang, dan senang di hati kita saat menjalani kejadian-kejadian yang tidak enak, yang datang dalam kehidupan. Allah payungi serta selimuti kita dengan cinta dan kasih sayang. Allah ulurkan bantuan dan pertolongan. Aamiin Allahumma Aamiin***

Komentar