Prank Adalah Konten Berbahaya, Jangan Dianggap Bercanda.

Teras Malioboro News – Jagat maya dihebohkan dengan postingan tiktoker Galih Loss yang gemar membuat Konten Prank yang membahayakan korban. Betapa tidak, pada suatu waktu Galih meneriaki seorang ojol yang sedang menunggu penumpang sebagai begal motor sementara pada waktu yang lain dia nekat mengambil tabung gas dari seorang penjual tukang gas keliling. Aksi ini tentu saja menuai hujatan dari netizen, sebab konten yang dibuat galih bukan menarik tetapi justru membuat netizen menjadi geram.

Media sosial telah menjadi panggung utama bagi konten-konten yang menghibur, informatif, dan interaktif. Namun, di antara konten-konten tersebut, ada yang membawa risiko serius, yaitu konten prank. Meskipun sering kali dianggap sebagai lelucon yang tidak berbahaya, konten prank dapat memiliki dampak yang merugikan, baik secara psikologis maupun sosial.

Beberapa konten prank didasarkan pada penyebaran informasi palsu atau manipulatif. Misalnya, prank yang menyebarkan rumor palsu atau informasi yang tidak benar tentang kesehatan, keamanan, atau politik dapat membingungkan dan menyesatkan masyarakat. Hal ini dapat mengurangi kepercayaan pada sumber informasi yang sah dan berdampak negatif pada kebijaksanaan publik.

Baca Juga : NET TV dan Viu Kembangkan Konten Kreatif Drama Indonesia

Meski dimaksudkan sebagai bercanda, tetapi tak jarang content creator membuat conten Prank yang melibatkan penghinaan, pelecehan, atau situasi yang mengancam keselamatan seseorang dapat memicu reaksi negatif yang mendalam. Individu yang menjadi sasaran prank tersebut bisa mengalami stres, kecemasan, bahkan trauma. Bahkan jika prank tersebut tidak dimaksudkan untuk melukai, efek psikologisnya dapat berlangsung jauh setelah lelucon tersebut selesai.

Jika tidak terkontrol, maka Konten prank dapat merusak hubungan sosial antara individu atau kelompok. Prank yang ditujukan kepada teman atau anggota keluarga bisa membuat ketidaknyamanan dan menimbulkan rasa tidak aman. Terlebih lagi, jika prank tersebut direkam dan dipublikasikan secara online, hal itu dapat mengakibatkan kehilangan kepercayaan dan perselisihan yang berkepanjangan.

Karena mengejar viral maka beberapa konten prank dilakukan dengan melanggar batasan etika dan hukum. Prank yang melibatkan pelanggaran privasi, pencemaran nama baik, atau kekerasan fisik dapat berujung pada tindakan hukum. Penyebar prank juga bisa berhadapan dengan konsekuensi hukum jika kegiatan mereka menyebabkan kerugian bagi orang lain.

Oleh karena itu, Konten prank di media sosial tidak boleh dianggap enteng. Meskipun beberapa mungkin terlihat lucu atau menghibur bagi beberapa orang, mereka sering kali memiliki dampak yang serius dan merugikan. Penting bagi pengguna media sosial untuk memahami konsekuensi dari konten prank dan bertanggung jawab dalam membagikan konten di platform online. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan digital yang aman, positif, dan berempati.

Konten Prank merupakan hal yang berbahaya. Bahkan sejumlah kasus menunjukkan beberapa orang meregang nyawa gara-gara Konten Prank yang berujung pada pengeroyokan terhadap korban.

Untuk itu perlu sikap tegas terhadap Content Creator Prank seperti Galih Loss agar hal tersebut tidak ditiru oleh para creator lainnya. Beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain adalah melakukan Pendidikan dan Kesadaran Publik tentang penggunaan yang bertanggung jawab dan etis dari media sosial sangat penting.

Baca Juga : Media Sosial Berperan Penting Sukseskan Gerakan Sekolah Adiwiyata

Sekolah, lembaga pemerintah, dan organisasi masyarakat sipil dapat berperan dalam menyediakan pelatihan dan informasi tentang bahaya konten prank serta cara menghindarinya.

Selain itu, perlu juga dilakukan Peningkatan literasi digital agar dapat membantu individu untuk lebih kritis dalam mengevaluasi konten yang mereka konsumsi dan bagikan. Kemampuan untuk mengenali konten prank, informasi palsu, dan potensi risiko online lainnya akan memungkinkan pengguna untuk membuat keputusan yang lebih cerdas dan aman.

Sementara itu, agar fenomena ini tidak makin marak maka, Pemerintah perlu bekerja sama dengan platform media sosial dan lembaga penegak hukum untuk menegakkan regulasi yang ada dan memastikan bahwa pelanggaran hukum terkait konten prank ditindaklanjuti dengan tegas. Hal ini dapat mencakup penuntutan terhadap individu atau kelompok yang menyebarkan konten prank yang merugikan.

Disamping itu, Pemerintah juga perlu mendorong produksi dan penyebaran konten yang positif, informatif, dan edukatif dapat membantu mengurangi daya tarik konten prank. Mengangkat konten yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat dapat membangun lingkungan online yang lebih sehat dan produktif.

Yang perlu digaris bawahi, Konten prank di media sosial memiliki dampak yang serius dan merugikan bagi individu dan masyarakat secara keseluruhan. Oleh karena itu, tindakan-tindakan yang proaktif dan kolaboratif diperlukan dari berbagai pihak untuk mengatasi bahaya ini. Dengan pendidikan yang tepat, promosi literasi digital, penegakan hukum yang ketat, dan promosi konten positif, kita dapat membentuk lingkungan digital yang lebih aman, beretika, dan berempati bagi semua pengguna media sosial. (*/Sulist Ds )

 

Komentar