Ramadhan Bulan Hijrah

OJK : Oase Jelang Berbuka

Headline1, Oase122 Dilihat

Teras Malioboro News – Selama Ramadhan, kami akan hidangkan asupan peneduh hati, setiap jelang berbuka. Menu tersebut, kami beri nama Oase Jelang Berbuka, disingkat OJK. Hadir dalam bentuk audio maupun tulisan di rubrik Oase di Teras Malioboro News. Kerjabareng PDPM UCY dengan LAZ Al Azhar KPW Yogyakarta.

“Dan barang siapa yang berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka menemukan di bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barang siapa yang keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah, karena Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya [sebelum sampai tempat yang dituju], maka sungguh pahalanya telah ditetapkan di sisi Allah. Dan Allah Maha pengampun, lagi Maha Penyayang.” [QS. 3 : 100]

Hijrah adalah komitmen kepada diri untuk berpindah menjadi pribadi yang lebih baik dan bahagia. Sebab hijrah merupakan janji untuk kembali menapak di jalan-jalan menuju Ridho Allah. Dijalan yang sesuai dengan apa yang digariskan dan paling disenangi Allah.

Baca Juga : Ramadhan dan Sempurnanya Puasa

Saat sholat, kita ulangi di setiap rakaat. “Tunjukilah kami ke jalan yang lurus. Yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau limpahkan nikmat kepada mereka. Bukan jalan orang-orang yang Engkau murkai dan orang-orang yang tersesat.” [QS. 1 : 6-7].

Oleh karena itu, meski hijrah berkesan sebagai perjalanan keluar, sesungguhnya ia perjalanan ke dalam. Perjalanan menemukan kembali hakekat dan jati diri sebagai hamba. Hamba, yang hanya pada Allah mengabdi dan menyembah. Hamba, yang hanya kepada Allah sepenuhnya berpasrah dan mohon pertolongan. Iyyaka na’budu, wa Iyyaka nasta’iin.

Pintu depan hijrah adalah bertaubat. Hati kita mengakui kesalahan yang pernah kita buat. Kemudian berjanji memperbaiki diri, dengan menjadi hamba yang lebih taat. Lisan kita menyatakan dengan mengucapkan istighfar, mohon ampunan kepada Allah yang Maha Cinta dan Akbar. Sikap dan tindakan kita membuktikan, melalui kebaikan yang kita tunaikan dan tebarkan.

Baca Juga : Puasa Ramadhan dan Bawang Merah

“Maka aku katakan kepada mereka : Mohon ampunlah kepada Tuhan mu, sesungguhnya ia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan kepada mu hujan yang lebat . Allah tambahkan pula bagi mu harta benda dan anak-anak. Allah jadikan untuk mu kebun-kebun dan sungai-sungai.” [QS. Nuh : 10-12]

Akhirnya, Ramadhan adalah bulan selebar-lebarnya pintu hijrah terbuka bagi kita. Hijrah menuju dan menjadi pribadi yang lebih bertaqwa. Dimana sholat dan ibadah kita. Hidup dan mati kita. Hanya untuk Allah semata.

Bukankah tujuan puasa agar kita menjadi orang yang bertakwa. Bukankah Ramadhan adalah bulan penuh ampunan dan maaf. Bulan dimana rahmat, berkah, dan kasih sayang Allah tercurah deras. Tanpa batas.

Selamat berbuka. Salam teduh. Ustadz Sujarwo.***

Komentar