Risiko Kesehatan Akibat Kebiasaan Nge-Vape

Teras Malioboro News — Seorang remaja di Klaten terpaksa harus menjalani beberapa kali perawatan intensif di rumah sakit akibat  penyakit bronkitis dan faringitis. Diketahui, penyakit tersebut disebabkan konsumsi vape atau rokok elektrik yang dilakukan selama 7 tahun.

Vape, atau rokok elektronik, telah menjadi tren yang populer dalam beberapa tahun terakhir, terutama di kalangan remaja dan dewasa muda. Meskipun dianggap sebagai alternatif yang lebih aman daripada rokok tembakau konvensional, penggunaan vape tidak bebas dari risiko kesehatan. Dalam artikel ini, kita akan memperkenalkan dan memahami risiko kesehatan yang terkait dengan konsumsi vape.

1. Paparan Terhadap Zat Kimia Berbahaya

Meskipun aerosol dari vape memiliki jumlah zat berbahaya yang lebih rendah daripada asap rokok tembakau, mereka masih mengandung sejumlah zat kimia yang dapat membahayakan kesehatan. Beberapa di antaranya termasuk logam berat seperti nikel, timbal, dan kadmium, serta senyawa organik volatil seperti formaldehida dan aseton.

2. Gangguan pada Saluran Pernapasan

Penggunaan vape telah dikaitkan dengan risiko iritasi pada saluran pernapasan. Aerosol yang dihasilkan dapat menyebabkan peradangan pada saluran pernapasan, yang pada gilirannya dapat mengakibatkan gejala seperti batuk, sesak napas, dan nyeri dada. Penggunaan vape dalam jangka panjang juga dapat meningkatkan risiko pneumonia lipid dan bronkiolitis obliterans.

Baca Juga : RS Jogja  Luncurkan 4 Layanan Kesehatan Baru .

3. Ketergantungan Nikotin

Sebagian besar cairan vape mengandung nikotin, zat yang menyebabkan ketergantungan fisik dan psikologis. Penggunaan vape secara teratur dapat mengakibatkan ketergantungan pada nikotin, yang sulit untuk dihentikan dan dapat memiliki dampak negatif pada kesehatan mental dan fisik.

4. Dampak pada Kesehatan Mental

Penggunaan nikotin dalam vape telah dikaitkan dengan peningkatan risiko kecemasan, depresi, dan gangguan suasana hati lainnya. Terutama pada remaja, penggunaan vape dapat mengganggu perkembangan otak dan meningkatkan risiko gangguan mental.

5. Bahaya pada Kehamilan

Wanita hamil yang menggunakan vape menghadapi risiko serupa dengan merokok tembakau. Paparan nikotin dan zat-zat kimia lainnya dapat menyebabkan komplikasi pada kehamilan, seperti peningkatan risiko keguguran, kelahiran prematur, dan masalah perkembangan pada bayi.

6. Risiko Ledakan Baterai

Beberapa kasus telah dilaporkan di mana baterai vape meledak atau terbakar, menyebabkan luka bakar dan cedera serius pada pengguna. Risiko ini biasanya terkait dengan penggunaan baterai yang salah atau perangkat yang rusak.

Sehubungan dengan adanya resiko tersebut, maka  para pengguna  Vape perlu menyadari bahwa  komposisi cairan vape yang mereka gunakan serta  mempertimbangkan dampak jangka panjang dari penggunaan produk tersebut.

Jika merasa terjadi gejala terhadap kesehatan sangat disarankan untuk seger  memeriksakan diri ke rumah sakit, sehingga  dapat segera ditangani . Namun, lebih dari itu, lebih baik melakukan  dan menjaga pola hidup sehat serta menghindari gaya hidup yang beresiko terhadap kesehatan.

Komentar