Sholat dan Uluran Pertolongan Allah

Payung Peneduh

Headline1, Oase67 Dilihat

Teras Malioboro News –  Sholat merupakan sarana terbaik bagi kita untuk memohon dan meminta pertolongan Allah. Jalur tercepat mengundang datangnya rahmat dan hidayah Allah.

Bukankah, bila Allah berkenan mengulurkan pertolongan, semua permasalahan pasti terasa ringan? Bukankah, jika Allah telah berkenan mencurahkan rahmat dan hidayah-Nya, semua urusan pasti dimudahkan? Bukankah dengan demikian, hati kita pun terasa damai, tenang, dan senang?

Oleh karena itu, tidak mengherankan, Rasulullah bersegera melaksanakan sholat, sewaktu kesulitan berkunjung datang. Hal ini sebagaimana dikisahkan oleh Hudzaifah RA : “Apabila Rasulullah menemui suatu kesulitan, maka beliau bergegas mengerjakan sholat”.

Bukan hanya Rasulullah. Ternyata, para Nabi terdahulu melaksanakan hal yang sama. Husain RA pernah meriwayatkan dari Rasulullah. Rasullullah bersabda, “Para Nabi, akan bergegas melaksanakan sholat, setiap kali menghadapi kesulitan.”

Apa yang dilakukan manusia pilihan di atas, selaras dengan perintah dan rekomendasi surah Al Baqarah ayat 153. “Hai orang-orang beriman, jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolong mu. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”

Baca Juga : Tunduk dan Patuh Kepada Allah

Bila kita telisik ayat tersebut, ada tiga langkah awal utama yang seharusnya kita lakukan, sewaktu permasalahan dan kesulitan datang. Pertama, segera mengingat Allah. Baik dengan memuji maupun memohon ampunan kepada-Nya.

Kedua, bersabar. Artinya, menerima persoalan tersebut dengan hati yang tenang, lapang, bahkan senang. Sabar ketika ia datang sekaligus sabar saat menjalaninya. Sampai akhirnya, Allah turunkan ketetapan (QS. 10 : 109).

Ketiga, secepatnya melakukan sholat. Baru kemudian, kita hamparkan ikhtiar. Segala daya upaya, kita tebar dan sebar. Niatkan, semata-mata dalam rangka menjalankan perintah Allah.

Baca Juga : Rendahkan Hati, Tundukkan Ego

3 langkah awal di atas penting untuk kita lakukan, karena pada hakekatnya, hanya Allah yang bisa mengatasi masalah yang kita hadapi [QS. 10 : 107]. Karena pada dasarnya, semua masalah dan kesulitan, hanya terjadi atas seijin Allah [QS. 64 : 11 ]. Tersebab ijinnya berasal dari Allah, maka kejadian tersebut pasti baiknya, walaupun tidak kita sukai dan senangi [QS. 2 : 216].

Sebagai penutup, ada yang bertanya : “Mengapa kesulitan dan musibah — yang hanya terjadi atas seijin Allah — pasti baiknya?” Sebab, Allah sangat mengasihi kita dan tidak mungkin sedikitpun menzalimi [QS. 4 : 40]. Sebab, pasti terukur [QS. 54 : 49 dan 65 : 2-3]. Sebab, pasti sesuai dengan kemampuan kita untuk menanggungnya [QS. 2 : 286].

Begitu pula, sebab, pasti ada kemudahan dan kesempatan yang datang bersamanya [QS. 94 : 5-6]. Sebab, ada kemuliaan dan pahala yang luar biasa besar, yang menanti kita.

Salam teduh : Ustadz Sujarwo

Komentar