The Lilliput World, Disini Anak Belajar, Memahami dan Bertumbuh

Headline1, Pendidikan187 Dilihat

Teras Malioboro News  — Pendidikan anak usia dini merupakan dasar pendidikan yang akan membentuk karakter dan pribadi anak. Oleh karena itu, para orang tua modern semakin jeli dalam memilih lembaga pendidikan bagi-anak mereka.
Metode montensorry saat ini menjadi pilihan sebagian besar para orang tua, karena disekolah ini siswa dinilai dapat berkembang secara maksimal dan dapat berlatih mandiri.
Salah satu sekolah yang menerapkan sistem pendidikan montessory tersebut adalah The Lilliput World yang terdiri dari sekolah anak usia dini (pre-school) untuk anak-anak usia 1-6 tahun .

Crista Tri Rahayu selaku Director of Education didampingi Christoper Drake selaku Co Founder Yayasan Taman Cipta Karya Nusantara menjelaska, The Lilliput World (LW) yang merupakan salah satu kegiatan Pendidikan dan Sosial dari Yayasan Taman Cipta Karya Nusantara (TCKN) juga menerapkan metode kombinasi Living Values Education dan Taman Siswa (Ki Hajar Dewantara).

Sekolah yang sementara berlokasi di daerah Gondang Legi, Ngaglik, Sleman ini saat ini mendampingi sebanyak 65 siswa yang 20 persen diantaranya sebagian berasal dari anak-anak yang bermukim disekitar sekolah. Mereka mendapatkan pendampingan secara gratis , sementara 80 persen lainnya merupakan anak-anak dari daerah lain di Jogja.

” Kami memfokuskan kegiatanya pada sisi sosial seperti 20% dari total anak-anak merupakan anak dari kampung yang disupport sepenuhnya oleh yayasan. Ini merupakan bentuk pengabdian kami terhadap masyarakat sekitar. ” ujar Christa dalam kegiatan Media Luncheon di Secluded Resto, Jumat (14/6/2024 ).

Director of Education LIliput World Christan Tri Rahayu

Baca Juga : SGM Berikan Bantuan Dana Pendidikan Bagi 70 Anak Indonesia

Dijelaskan Christa, sebagai sekolah yang mendampingi anak usia dini The Lilliput World (LW) memiliki slogan yang selalu diterapkan ke dalam sistem pembelajarannya yaitu To Learn, To Understand and To Grow. Sistem pembelajaran ini tidak hanya diterapkan terhadap anak-anak tetapi juga para orang tua, sehingga diharapkan terjadi keseimbangan pada diri anak.
” Kami memahami sekolah itu merupakan tanggung jawab bersama. Jadi, selain setiap anak mendapatkan pendampingan, para orang tua juga kami libatkan dalam proses pendidikan sehingga mereka tahu sejak awal proses perkembanan anak-anak mereka. ” tandas Christa.

Dijelaskan Christa, proses Pendampingan terhadap siswa dilakukan secara bertahap, yang meliputi : sikap disiplin, konsisten dan jelas sesuai dengan tahapan usia seperti pengelolaan sampah secara bijak, pengenalan budaya lokal dan global lewat kegiatan tematik kelas dan penerapan nilai kehidupan lewat interaksi sosial, bercerita yang disampaikan lewat metode bercerita dengan peran karakter boneka dan kegiatan musik dan olahraga.

Baca Juga : Pendidikan Vokasi Dituntut Menyesuaikan Diri di Era Perubahan

Sampai saat ini Liliput World telah meluluskan sejumlah siswa dan Sabtu ( 15/6/2024) The Lilliput World kembali menggelar acara wisuda bagi para murid yang telah menyelesaikan pendidikan mereka.
Graduation Day kali ini mengambil tema Bhinneka Tunggal Ika, yang melibatkan anak-anak juga mengajak para orang tua yang tergabung dalam Parent Community The Liliput World.
Selain prosesi wisuda, acara ini juuga dimeriahkan dengan pentas seni dan tari-tarian nusantara. (*/Sulist Ds )

 

Komentar