Timbulkan Bencana Sosial, Narkoba Kejahatan Terbesar di Indonesia

Selain Korupsi dan Teroris

Teras Malioboro News, Jakarta — Masalah Narkoba masih menjadi perhatian Pemerintah Daerah (Pemda) Bantul.

Terkait dengan masalah ini diadakan kegiatan secara intensif berupa sosialisasi Pembinaan, Pencegahan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Kegiatan diadakan di Warung Omah Sawah, Rabu lalu (18/01/2023), dengan pembicara utama Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bantul Arfin Munajah SE MM.

Baca Juga : Biaya Ibadah Haji 2023 Naik. Ini Penyebabnya

Menurut Arfin Munajah, selain korupsi dan teroris, kejahatan terbesar di Indonesia adalah kejahatan narkoba. Narkoba dapat menimbulkan bencana sosial yang tidak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga merugikan keluarga, lingkungan, bahkan merugikan negara, sehingga Presiden RI harus mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) No. 02 Tahun 2020 berisi tentang Rencana Aksi Nasional (RAN) yang secara berkelanjutan dan terukur. Hasilnya dipantau melalui aplikasi yang sudah disediakan setiap tahunnya hingga tahun 2024.

“Jadi, harus ada operator yang menginput laporan kegiatan yang berkaitan tentang P4GN di OPD masing-masing ke aplikasi setiap enam bulan sekali. Laporan ini akan kami kirimkan ke pusat untuk dinilai,” ujar Arfin Munajah dikutip dari laman web Pemkab Bantul.

Sedangkan untuk kegiatan sosialisasi P4GN di tingkat Kapanewon, Arfin meyampaikan bahwa kegiatan tersebut bentuknya bisa dalam kegiatan PKK, pembinaan karang taruna, atau pembinaan tokoh agama dan masyarakat.

Baca Juga : BRI Kembali Buka BRILiaN Internship Program

Selain itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Negara (Kesbangpol) Stephanus Heru Wismantara SIP MM menuturkan, sesuai dengan UU No. 23 Tahun 2019, di dalam Sistem Pertahanan Rakyat Semesta terdapat komponen utama dan komponen cadangan. Didalam komponen cadangan tersebut salah satunya adalah ASN.

“Oleh karenanya, ASN diharapkan turut berperan dalam penanggulangan narkoba. Bangsa ini akan hancur jika dipengaruhi oleh narkoba, terutama generasi muda,” ujar Heru.

Sedangkan Wakil Bupati Bantul Joko Purnomo dalam sambutannya menyampaikan bahwa di kabupaten Bantul secara terus menerus dan berkesinambungan menyelenggarakan kegiatan sosialisasi tentang bahaya narkotika yang melibatkan OPD dan elemen masyarakat.

Baca Juga : Hanya 100 Ribuan, Hoodie Barong Best Seller di Teras Malioboro

“Ini sebagai salah satu bentuk keseriusan Pemerintah Kabupaten melalui Kesbangpol persama BNNK kita melakukan pencegahan terhadap bahaya narkoba di Kabupaten Bantul,” tutur Wakil Bupati.

“Untuk itu, tugas kita sebagai ASN yang merupakan bagian dari penyelenggara pemerintah harus berkomitmen untuk memberantas narkoba di kerja masing-masing. Selain itu juga ikut mensosialisasikan bahaya narkoba kepada masyarakat sekitar,” pungkas Wakil Bupati. (Chaidir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *