WJRF 2023, Harmonisasi Seni dan Destinasi Wisata Tepi Sungai

Headline2, Wisata58 Dilihat

Teras Malioboro News —  Dinas Pariwisata Kota Yogayakarta kembali menggulirkan inovasi untuk pengembangan pariwisata dengan menyelenggarakan Winongo Jogja River Festival (WJRF). Kegiatan ini merupakan yang pertama kali diselenggarakan dan dirancang untuk menjadi even annual yang terstandar KEN (Karisma Even Nusantara). Ke depan WJRF diharapkan menjadi even unggulan setelah WJNC, memperkuat branding Kota Yogyakarta sebagai kota even.

WJFR 2023 diselenggarakan pada 28-29 Juli 2023  berlokasi di bantaran Sungai Winongo, tepatnya di sebelah selatan Jembatan Tukangan Kulon (Lapangan Krupukan) yang menghubungkan Kelurahan Pringgokusuman dan Tegalrejo.

Baca Juga : Travel Dialog Dinas Pariwisata Sleman Ke Bekasi Sesuai Target

Hari pertama dilaksanakan kegiatan Lomba Mural yang diikuti oleh 6 komunitas yaitu @cosmos_streetart, @hi_hava, @panqestumu, @adril_wak_yong, @homepippa dan @silverhawk.02. Sedangkan hari kedua, pagi hari dimulai dengan lomba Lukis Anak dengan peserta 30 orang pelajar SD, pentas seni dengan penampil dari sekolah-sekolah, bazaar ekonomi kreatif yang diikuti 15 stand kuliner, fashion, maupun kriya , Lomba Cosplay dan Lomba Sket. Dimeriahkan pula dengan talkshow tentang peran masyarakat dalam pengelolaan Sungai Winongo dan berbagai penampilan seni dari masyarakat Sungai Winongo.

Puncak acara  menghadirkan tradisi budaya Memetri Sungai dan Tumbuk Ageng-Angon Bocah yang merupakan tradisi masyarakat Pringgokusuman dan Tegalrejo yang sudah dilaksansakan secara turun menurun.

Baca Juga : Kangen Jogja, Dorong Pertumbuhan Potensi Wisata dan UMKM

WJRF disuguhkan menggabungkan potensi alam (sungai), budaya (tradisi) dan sosial (urban). Mengusung tema Urban Space, Urban Culture, Tema urban space selaras dengan fungsi bantaran Sungai Winongo sebagai ruang publik masyarakat urban. Sementara, urban culture merupakan wujud dari semangat pemeliharaan sungai melalui Budaya Memetri.

Adapun penampilan utama yang disuguhkan adalah Tari Srimpi Kawung yang dibawakan oleh Mila Rosinta dan Tari Batik Shadow yang akan dibawakan oleh Nurohmad. WJRF juga akan dimeriahkan dengan kolaborasi antara Perempuan Berkebaya Indonesia dan Alex John (Musisi Shakuhachi Japanese Flute).

Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Wahyu Hendratmoko menjelaskan bahwa WJRF 2023 merupakan representasikan sinergi pentahelix melalui kolaborasi dan kerja sama dengan berbagai pihak Oleh karenanya,   Festival ini mampu mempromosikan  daya tarik alam dan budaya yang ada di Sungai Winongo.

Baca Juga : Wujudkan Pariwisata Berkualitas, GIPI DIY Dorong Penguatan Peran Media Massa

” Bentang alam Sungai Winongo dan tradisi Memetri Sungai merupakan dua hal yang potensial untuk dijadikan sebagai atraksi. Untuk itu, diharapankan, festival ini dapat mendorong terwujudnya Sungai Winongo sebagai salah satu destinasi wisata baru di kawasan Barat Kota Yogyakarta. ” ujar Wahyu kepada wartawan disela-sela kegiatan.

Selanjutnya Wahyu mengatakan, tujuan nutama WJRF 2023  selain menciptakan  sarana rekreasi, festival ini juga ditujukan sebagai sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya menjaga dan melestarikan sungai. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar