Yuntik Rahayu, Seorang Kepala Desa  Yang  Sering Disebut “ Bu Guru “

Teras Malioboro News —   Ada salah satu sosok wisudawati  yang cukup menarik perhatian diantara 384  perangkat desa yang  menjalani wisuda Saerjana S-1 di  Performance Hall UNY, Minggu (17/9/2023 ) lalu.

Dia adalah   Hj.Yuntik Rahayu SAP  yang saat ini menjabat sebagai Kepala Desa Mojo Delik, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro.  Dalam wisuda ini Yuntik berhasil meraih indeks prestasi tertinggi  sebesar 3,81 .

Mengenai kegiatan  studi lanjut ini  Wanita kelahiran 6 Juni 1980 tersebut mengaku, hal itu  berawal dari edaran Pemkab Bojonegoro pada Maret 2022 mengenai program RPL Desa beasiswa pendidikan untuk peningkatan kapasitas bagi perangkat desa dan elemen yang tergabung dalam pemerintahan desa seperti Kepala Desa, Perangkat Desa, BUMdes atau pengelola wisata serta Karang Taruna dan PKK.

“Setiap desa diberi kuota 5 orang, dari desa Mojodelik ada 4 orang termasuk saya” kata Yuntik Rahayu  beberapa saat usai wisuda.

Yuntik , diterima kuliah pada prodi Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial, Hukum dan Ilmu Politik UNY sejak mulai pembelajaran 29 Maret 2022 hingga Yudisium 8 September 2023. Yuntik Rahayu menyelesaikan studinya dalam waktu 1 tahun 6 bulan.

Yuntik mengaku, pada awal masuk pembelajaran kuliah rasanya berat karena kesibukannya sebagai kepala desa.  Dia yang  biasanya  pulang dari balai desa pukul 15.00 WIB namun  karena masih ada kewajiban untuk kuliah dia  baru sampai rumah  pukul 17.30 WIB. Setelah mandi, sholat magrib dan sholat isya’ disambung kuliah lagi hingga pukul 21.00 WIB bahkan kadang lebih.

“Waktu yang biasanya longgar menjadi sangat padat. Pada awalnya saya mengeluh namun setelah saya ikuti pembelajarannya makin menarik sesuai dengan pekerjaan yang saat ini saya emban, jadi semakin hari semakin menantang saya untuk belajar” ujar Yuntik.

Baca Juga : UNY Jalin Kerjasama dengan 40 Media di Yogyakarta

Dalam Program RPL Desa ini Yuntik terpilih menjadi  ketua kelompok didalam kelas RPL C. Dan mendapat julukan ‘Bu Guru’ karena saya selalu membantu sekiranya rekan-rekan ada yang tidak bisa mengerjakan tugas yang telah diberikan, atau harus mengirim ke link mana tugas tersebut” ungkap Yuntik.

Setiap ada lokakarya Yuntik selalu hadir dan selalu berusaha bertanya. Semua kegiatan dan tugas yang diberikan dosen dikerjakan sendiri, walau sangat menyita waktu tenaga dan pikiran karena ingin mendapat nilai terbaik.

Istri dari Utomo tersebut berkisah, bahwa ia  merupakan lulus an dari SMEA tahun 1998 namun  dia tidak dizinkan oleh ayahnya untuk kuliah karena rumahnya di pelosok desa dan tidak ada perempuan yang kuliah pada saat itu.

Akhirnya Yuntik berwiraswasta yang bergerak dalam bidang jasa persewaan gudang, alat berat, excavator, yap crane, dump truck, tanki trailer 40 feet dan sebagainya.  mPada saat  tahun 2014 di desanya ada lowongan Kepala Desa, Yuntik terpilih menjadi kepala desa  dan menjabat hingga sekarang.

Baca Juga : Ujian UTBK UNY Gunakan Metal Detector dan Libatkan Kepolisian.

Motivasi Yuntik ikut kuliah karena tidak mau ketinggalan zaman di era sekarang yang serba bisa dan teknologi sekaligus memotivasi anak-anak muda desa agar mau kuliah. “Selain itu dengan ilmu yang saya punyai ingin mengembangkan dan memajukan desa saya dengan lebih terarah kedepannya.

Yuntik berharap agar dalam menjalankan tanggungjawab dan tugasnya masing-masing harus lebih akuntabel dan lebih semangat dalam memberikan pelayanan berdesa maupun bermasyarakat. (*/SDs )

 

Komentar