Di Balik Meroketnya Jumlah Mahasiswa STIEPar API Yogyakarta

Headline1, Pendidikan166 Dilihat

TerasMalioboroNews.Com–Hanya dalam rentang 3 tahun, jumlah mahasiswa di STIE API meroket. Dulu hanya puluhan mahasiswa, tapi sekarang jumlah mahasiswa total hampir mencapai 600 orang.

“Faktornya banyak. Salah satunya, kami membuka Program Studi Manajemen konsentrasi Pariwisata. Ini merupakan satu-satunya di DIY. Kalau kampus pariwisata yang lain kan umumnya membuka program studi khusus seperti misalnya perhotelan,” kata Ketua STIE “Pariwisata API” Yogyakarta, Susilo B.W. SH, MH, di kampus STIEPar API, Jalan Glendongan TB XV/15 B, Babarsari Depok Sleman, Selasa (7/2/2023).

Program studi ini, ternyata banyak membantu lulusan kampus berakreditasi B ini, dalam mencari pekerjaan. Hasil tracer study yang dilakukan, banyak alumni STIEPar yang berposisi sebagai pembuat kebijakan di birokrasi PNS. Banyak juga yang berprofesi sebagai guru dan bahkan dosen. Sebagian lainnya, bekerja di bidang swasta dan berwirausaha.

Diakui, saat ini tenaga ahli di bidang manajemen pariwisata masih langka. Booming bisnis pariwisata, telah berhasil menyerap tenaga basic employee dari lulusan SMK dan vokasi. Namun untuk tenaga ahli masih sangat kekurangan.

Untuk tenaga ahli, saat ini masih banyak diisi lulusan luar negeri, ataupun mereka yang sudah puluhan tahun melalui karir dan mendekati usia pensiun.

Susilo mengungkapkan, sejak 3 tahun memimpin kampus, ia bersama seluruh civitas juga banyak membuka jalur kerjasama dengan berbagai pihak. Terobosan membangun sinergi dan kolaborasi ini, memberikan  banyak kesempatan bagi mahasiswa untuk mendapatkan beasiswa selama kuliah di STIPar API.

“Faktanya sekitar 80 persen mahasiswa kami, menempuh kuliah secara gratis karena beasiswa,” lanjutnya.

Sinergi, juga membuka pintu kerjasama dengan berbagai pihak. Mahasiswa STIEPar API, kata Susilo, banyak dilibatkan dalam program-program pendampingan terhadap desa-desa yang mengembangkan kepariwisataan. Sejumlah desa wisata di DIY, rutin menggandeng pihak kampus dalam berbagai kegiatan peningkatakan kapasitas.

“Bahkan, di Purworejo ada 5 lokasi yang rutin kami dampingi dengan melibatkan mahasiswa. Ini menjadi bagian dari pengabdian kami kepada masyarakat, sekaligus membekali mahasiswa kami dengan pengalaman praktis di lapangan,” pungkas Susilo. (suwarjono)

 

 

Komentar