Gebyar Musywil Muhammadiyah dan Aisyiyah, Panitia Gelar Jalan Sehat Hingga Expo Pendidikan

Headline1, Jogja Raya329 Dilihat

Teras Malioboro News–Musyawarah Wilayah (Musywil) Muhammadiyah ke-13 dan Aisyiyah ke-12 Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) digelar selama tiga hari, yakni tanggal 17-19 Februari 2023. Kegiatan tersebut dipusatkan di Kampus Universitas Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta.

Mengawali rangkaian kegiatan, Jumat (17/2/2023) digelar jalan sehat, senam dan sepeda gembira serta expo pendidikan. Sedangkan acara pembukaan Musywil dilaksanakan Sabtu (18/2/2023).

Kegiatan ini dilakukan di Kampus UNISA Yogyakarta, dibuka langsung oleh Bupati Sleman, Dra Hj Kustini Sri Purnomo. Turut mendampingi Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY, Drs H Gita Danu Pranata, SE., MM beserta seluruh pimpinan PWM DIY, Rektor UNISA, Warsiti, SKp., MKep., SpMat, dan beberapa tamu undangan lainnya.

Menurut Sukirman MA selaku Ketua Panitia/Organizing Commite (OC) kegiatan, pihaknya sangat berbangga dengan dilaksanakannya kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini sebagai syiar untuk menyemarakkan kegiatan Musywil Muhammadiyah dan Aisyiyah DIY.

“Saya sangat senang, karena pada hari ini alhamdulillah acara bisa berjalan lancar. Dan seluruh warga persyarikatan di DIY menyambut kegiatan ini dengan luar biasa. Setelah tiga hari sebelumnya, selalu diguyur hujan, tapi sekarang atas izin Allah cuaca cerah sehingga bisa menyelenggarakan acara,” ujarnya.

Sukirman menuturkan, jumlah peserta jalan sehat sebanyak 3000 orang dengan rute mengelilingi sekitar Kampus UNISA, senam 2000 orang, sepeda gembira (gowes) sebanyak 1000 orang. Khusus untuk sepeda gembira, peserta berangkat (start) dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan Aisyiyah masing-masing sampai di garis finish berada di Kampus UNISA. Sementara jalan sehat dan senam dibuka langsung oleh Bupati Sleman.

Pihaknya mengatakan peserta kegiatan ini datang dari berbagai elemen masyarakat. Yakni peserta didik dan guru dari sekolah Muhammadiyah jenjang SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/SMK se DIY. Bahkan ada juga organisasi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dari UNISA, UMY, bahkan dari UNY pun turut mengikuti dan menyemarakkan kegiatan tersebut.

Peluncuran Bank Soal. (suwarjono/terasmalioboronews.com)

“Total peserta secara keseluruhan adalah 6000 orang. Itu diluar panitia. Jumlah ini termasuk jumlah yang sangat banyak sekali. Dan kami sangat senang warga Persyarikatan bisa mengikuti dan menyukseskan kegiatan pada hari ini,” katanya.

Pihaknya berharap agar warga masyarakat Persyarikatan, khususnya, dapat menyemarakkan kegiatan Musywil Muhammadiyah dan Aisyiyah DIY.

“Kami atas panitia mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat. Di mana telah ikut andil berkontribusi dalam menyukseskan dan menyemarakkan Musywil Muhammadiyah dan Aisyiyah DIY. Semoga kegiatan ini mendapatkan berkah dari Allah SWT,” ucapnya.

Kegiatan lainnya yakni Expo Pendidikan bertema “Membumikan Risalah Islam Berkemajuan, Mencerahkan Pelajar Muhammadiyah” digelar oleh Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman. Kegiatan tersebut berkolaborasi dengan Majelis Dikdasmen PWM DIY, UNISA Yogyakarta, Majelis Dikdasmen PDA Sleman, dan unit pendidikan Muhammadiyah lainnya yang ada di wilayah Sleman.

Expo menyajikan serangkaian acara yakni Pameran dan Launching Karya Literasi Sekolah Muhammadiyah, Seminar dan Talk Show, Penampilan Karya siswa dan capaian prestasi, lomba kreasi dan kreativitas antar stand, apresiasi pengunjung pendidikan, Meet and Greet Alumni, dan sederet acara lainnya.

Selaku Ketua Majelis Dikdasmen PDM Sleman sekaligus ketua divisi Expo Pendidikan, Dr Suwadi, MAg., MPd mengatakan, pihaknya menghadirkan kegiatan ini dalam rangka untuk masyarakat Yogyakarta. Sehingga aneka kegiatan dihadirkan dalam rangka selain syiar Musywil, juga pada saat bersamaan menarik sekolah-sekolah untuk berkontribusi menampilkan karya dan prestasinya.

Selain itu, Suwadi mengatakan kegiatan ini juga dilaunching Bank Soal untuk sekolah Muhammadiyah maupun negeri. Tidak hanya untuk Sleman, Yogyakarta, tetapi sekolah seluruh Indonesia, sebab ini sebagai bagian literasi dan numerasi. (suwarjono)

 

 

 

Komentar