Napak Tilas Leluhur, Diaspora Jawa Dunia akan Berkumpul di Yogyakarta

Berita, Headline129 Dilihat

Teras Malioboro News, Yogya — Ratusan diaspora Jawa dari berbagai negara di dunia akan menghadiri event “Ngumpulke Balung Pisah” di Borobudur, Yogyakarta, Solo, dan sebagian Jawa Timur.

Event yang diinisiasi Yayasan Javanese Diaspora Network mengambil tema “Java Road Trip 2023 ; Napak Tilas Luhuring Leluhur Tiyang Jawi” digelar selama seminggu dari tanggal 12-18 Juni 2023.

Menurut Ketua Javanese Diaspora Network Indrata K. Prjadi, kegiatan diinisiasi Yayasan Javanese Diaspora Network Ngumpulke Balung Pisah berawal dari komunikasi melalui sosial media antara komunitas Diaspora Jawa baik yang ada di Indonesia maupun di luar negeri.

Komunitas-komunitas tersebut kemudian berinisiatif untuk bertemu dan mengadakan event secara rutin sebagai sarana saling bertukar informasi mengenai keberadaan Diaspora Jawa dan perkembangan budaya Jawa di tempat mereka.

Baca Juga : PTUN Yogyakarta Menangkan Perkara Penyerobotan Tanah Milik Yemti, Keluarga Berikan Apresiasi

Menyadari betapa pedulinya para Diaspora Jawa dalam menjalin kerja sama di situlah peranan Yayasan Javanese Diaspora Network Ngumpuke Balung Pisah dalam memiasilitasi mereka. Yayasan ini adalah organisasi independen tanpa tendensi politik, yang beranggotakan sukarelawan yang sangat peduli akan keberadaan Diaspora Jawa dan kelestarian budaya Jawa.

“Antusiasme para Diaspora Jawa dan seluruh dunia sungguh luar biasa dalam berpartisipasi mengikuti acara ini,” ujar Indrata kepada wartawan saat berada di Dinas Kebudayaan DIY, Rabu (7 Juni 2023).

Dijelaskan, Javanese Diaspora Event Ngumpulke Balung Pisah sudah di laksanakan empat kali. Pertama pada Februari 2014, Agustus 2015, April 2017 di Yogyakarta, kemudian pada Juni 2019 di Solo. Sedangkan event kelima kali ini berdasarkan kesepakatan para koordinator masing-masing negara diaspora akan diadakan berbentuk napak tilas dengan selama seminggu dari 12-18 Juni 2023.

Adapun kegiatan napak tilas mulai dari Borobudur (sebagai peninggalan wangsa Syailendra abad ke 7), Yogyakarta (Mataram), Surakarta (Mataram), Ponorogo, Trowulan-Mojokerto (Majapahit). Kemudian acara ditutup di kota Surabaya dengan melakukan tur Surabaya-Madura-Gresik.

Baca Juga : Hemat Energi dan Ramah Lingkungan, Pertagas Niaga Sukses Uji Coba Jargas di Kota Solo

“Dalam waktu dekat ini, akan datang keturunan Jawa dari seluruh dunia untuk menghadiri acara Javanese Diaspora Event V tanggal 12-18 Juni 2023. Mari kita sambut mereka sebagai saudara yang kangen dengan tanah leluhumnya. Buat mereka betah dan ingin kembali ke Indonesia,” kata Indrata K. Prjadi.

Sebagai bagian dari kegiatan Javanese Diaspora Event (JDE) akan melakukan penganugerahan Javanese Diaspora Award, seperti pada JDE IV tahun 2019 yang lalu menganugerahkan penghargaan kepada 3 tokoh yaitu Waljinah, Ki Manteb Soedharsono, dan kru film layar lebar Malaysia berbahasa jawa pertama berjudul “Sugeh”.

Untuk event mendatang di tahun 2023 ini Javanese Disapora Event V, panitia memutuskan untuk memilih lima figur untuk mendapatkan penganugerahan penghargaan Javanese Diaspora Award 2023 Paul Salam Soemohohargjo (sebagai pimpinan sepuh dan pimpiman Partai Jawa yang masih eksis di dunia), Erick Rahmat Moertabat (sebagai pejabat Jawa di manca negara yang berjiwa sosial), Dato Prof. Sukiman Sarmani (Cendekia Malaysia keturunan Jawa), Chef Yono (Chef Kondang Amerika Senkat berdarah Jawa), dan Joany Timan (anak Muda New Caledonia berdarah Jawa yang sangat aktif melestarikan seni budaya Jawa). ***

 

Komentar