Nasywa dan Halimah, Siswa SMAN 1 Bambanglipuro Finalis Nasional FIKSI 2023

Ciptakan Karya Inovasi Sereal Gayam

Headline1, Pendidikan586 Dilihat

Teras Malioboro News, Bantul — Dua siswa SMAN 1 Bambanglipuro Nasywa Aulia Putri dan Halimah Saadatur Rahmah sukses menjadi finalis tingkat ajang Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) 2023

Nasywa dan Halimah merupakan siswa kreatif, melalui karya inovatifnya bernama Savega akan melaju ke Jakarta pada Senin 25 September 2023 untuk mendapatkan apresiasi dari dewan juri. Dalam FIKSI jenjang SMA/MA itu Nasywa dan Halimah masuk 10 besar finalis.

Savega merupakan makanan praktis bergizi dan kekinian berupa susu dan sereal yang bahan utamanya dari tanaman gayam, yang selama ini kurang mendapat perhatian masyarakat luas.

Manfaat konsumsi gayam

Inisiatif awal hingga berhasil membuat Savega, Nasywa dan Halimah melihat tanaman gayam yang melimpah namun belum dimanfaatkan maksimal. Kemudian mereka berpikir untuk mengembangkan gayam dan akhirnya melakukan riset.

Nasabah BTN Prioritas Ikuti Tennis Coaching Clinic Bersama Petenis Legendaris Yayuk Basuki 

Inisiatif untuk mengembangkan gayam mendapat tanggapan dan sambutan positif dari Kepala SMAN 1 Bambanglipuro, Gami Sukarjo MPd yang sangat peduli pada program penelitian dan kewirausahaan untuk mengembangkan potensi para siswanya.

Berkat bimbingan seorang guru SMAN 1 Bambanglipuro, Anggraeni Ratna Winanti MPd, maka Nasywa dan Halimah melakukan riset dengan serius dan penuh kesabaran yang akhirnya membuahkan hasil.

Savega tak hanya makan yang bergizi dan kekinian, namun produknya mempunyai potensi pasar yang besar karena belum ada pesaing produk serupa.

“Savega akan menjadi produk yang sangat disukai oleh masyarakat,” ujar Anggraeni Ratna Winanti, Sabtu 23 September 2023.

Road Show LPS Festival CreArtive 2023 Sambangi 3 Kota

Menanam gayam kini telah menjadi gerakan di SMAN 1 Bambanglipuro. Tak hanya untuk produk makanan bergizi, tapi gerakan penanaman pohon gayam dalam rangka peletarian dan konservasi tanaman yang mulai langka.

“Kegiatan menanam juga dalam rangka mengunggulkan komoditi gayam sebagai bahan pangan warisan budaya,” ujar Anggraeni Ratna Winanti.

Menurutnya, Nasywa dan Halimah juga menggagas untuk melestarikan pohon gayam dengan menanam bibit pohon gayam dan menjadi Duta Pelestarian Gayam di daerah Bantul.

Anggraeni Ratna Winanti mengatakan, melimpahnya gayam di daerah Bambanglipuro Bantul belum dimanfaatkan dengan maksimal. Gayam biasanya dikonsumsi dengan cara direbus atau dibuat cerimping yang keras, sehingga peminat gayam semakin sedikit.

3 Perguruan Tinggi Vokasi di Jogja Jalin Kemitraan Dengan Dunia Usaha dan Pemda  DIY

“Anak muda banyak yang tidak mengetahui apa itu gayam, padahal gayam merupakan warisan pangan budaya sejak Kerajaan Mataram Islam,” katanya.

Anggraeni Ratna Winanti menjelaskan, gayam merupakan bahan pangan dengan kandungan karbohidrat yang tinggi. Melalui Savega, meningkatkan nilai gayam karena diolah menjadi minuman bergizi pengganti makanan yakni susu dan sereal yang mudah disajikan, praktis, dan awet.

“Produk ini telah melalui uji laboratorium UGM, dan di bawah pengawasan BPOM dalam pembuatan Indeks Nilai Gizi. Melalui proses produksi yang higienis yang juga di pantau dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul karena telah mempunyai izin PIRT,” katanya.

Langkah Nasywa dan Halimah, lanjut Ratna, mendapat apresiasi dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bantul karena telah berkontribusi dalam mengangkat komoditas pangan unggulan dari Kabupaten Bantul yakni gayam.

Mendes PDTT : Program RPL Desa Jangan Jadi Ajang Jual Beli Ijazah

Dikatakan bahwa Kepala Dinas Ketahanan pangan dan Pertanian Kab Bantul Joko Waluyo SPt MSc menyatakan bahwa produk Savega merupakan produk pangan alternatif yang sejalan dengan Program Ketahanan Pangan Berkelanjutan.

“Mengingat lahan persawahan yang seiring berjalannya waktu beralih fungsi menjadi daerah pemukiman, sehingga produk olahan gayam dapat menjadi alternatif pangan yang tinggi karbohidrat dimasa yang akan datang,” ujarnya.

Tak sampai disitu, Nasywa dan Halimah juga menggagas untuk melakukan konservasi penanaman pohom gayam bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantul. Pohon gayam selain mampu menghasilkan ribuan gayam juga mempunyai manfaat besar dalam menjaga air permukaan tanah. Di bawah arahan Kepala DLH Ari Budi Nugroho ST MSc sisa proses produksi susu dan sereal ini juga dimanfaatkan sebagai media tanam.

Pemasaran

Dalam pemasarannya produk susu dan sereal Savega telah masuk ke toko swalayan dan toko oleh-oleh di Bantul. Susu dan sereal gayam Savega dapat pula menjadi produk oleh-oleh khas Bantul yang enak dengan harga yang terjangkau.

Anies : KPK Harus Kembali Independen.

Selain menggunakan e-comers dan media sosial dalam promosinya, produk Savega susu dan sereal ini juga telah masuk dalam platform penjualan produk dan karya kewirausahaan Jogja Belajar Risetpreneur dari Balai Tekkomdik DIY yang merupakan platform yang membantu pemasaran produk-produk UMKM pelajar Yogya.

Kepala Balai Tekkomdik Rudi Prakanto SPd MEng telah memberikan respons positif terhadap karya inovasi siswa SMAN 1 Bambanglipuro tersebut.

Selain itu Savega juga sering mengikuti pameran, seperti pameran Sibakul dari Dinas Koperasi dan UKM DIY dan Bantul Creative Expo 2023. ***

 

 

Komentar