Pegiat Medsos Gus Raharjo Soroti Ketegasan dan Komitmen Ganjar Memberantas Korupsi

Politik128 Dilihat

TerasMalioboroNews-Pegiat media sosial (medsos) Septian Raharjo menyoroti ketegasan calon presiden (capres) 2024 Ganjar Pranowo yang disampaikan pada saat mengikuti debat capres di KPU, Selasa (12/12/2023). Capres nomor urut 03 ini secara tegas menyatakan langkah konkret untuk memberantas korupsi di Indonesia.

Melalui tulisannya, yang berjudul “Tiga Bogem Mentah Ganjar untuk Koruptor: Miskinkan, Rampas Aset, Buang Nusakambangan!”, pria yang akrab disapa Gus Raharjo ini mengungkap ketegasan Ganjar dalam memberantas korupsi. Dalam debat, Ganjar menyatakan komitmennya untuk membereskan UU Perampasan Aset dan memiskinkan koruptor. Mantan gubernur dua periode ini juga berjanji akan menyeret para koruptor ke Nusakambangan.

“Katanya, ada 3 langkah konkret dalam melawan korupsi. Pertama, miskinkan koruptor. Kedua, rampas asetnya. Ketiga, penjarakan mereka di Nusakambangan. Saya memandang wajah Pak Ganjar saat beliau mengucapkan tiga program itu. Sorotan matanya dalam, air muka tenang tapi serius, serta intonasi suara yang jelas dan optimis,” tulisnya Rabu (13/12/2023) di akun Facebook Gus Raharjo.

Menurutnya, apa yang disampaikan Ganjar tersebut menjawab keresahan dan kemarahan masyarakat yang sudah sangat muak dengan banyaknya kasus korupsi di Indonesia. Masyarakat yang muak karena masih belum melihat kesungguhan pemerintah dalam upaya memberantas korupsi.

“Hati siapa yang tak panas tiap membaca berita tentang koruptor bebas dari penjara lebih cepat. Penyebabnya mendapat remisi. Rasanya sungguh tidak adil melihat koruptor hanya sebentar di penjara, kemudian begitu keluar seolah dunianya baik-baik saja,” katanya.

Gus Raharjo juga mengkritik para koruptor yang tanpa malu-malu muncul di berbagai acara podcast YouTube, seolah-olah korupsinya di masa lalu adalah hal sepele. Seperti yang dilakukan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Edhy Prabowo, yang terbukti menerima suap pengurusan izin ekspor benih bening (benur) lobster sebesar Rp 25,7 miliar.

“Belum lama ini ia bebas karena mendapat potongan tahanan setelah dipenjara 5 tahun. Seharusnya ia ditahan selama 9 tahun, tapi ia justru dapat keringanan. Hukuman itu sungguh tak sebanding dengan kerugian negara yang mencapai 25,7 miliar. Itu baru satu kasus,” katanya.

Gus Raharjo menyebut, dari data Indonesia Corruption Watch (ICW) bahwa dalam sepuluh tahun terakhir, uang negara yang dikorupsi mencapai angka Rp 200 triliun lebih. Sungguh jumlah yang sangat luar biasa.

“Kejengkelan itu sedikit terobati saat tadi sore menonton acara debat capres KPU yang disiarkan di TV. Pasangan nomor 3, Ganjar Pranowo menyatakan akan bertindak berani dalam mengganyang koruptor,” ungkapnya.

Membayangkan Rp200 triliun digondol para elite dan pejaba, mengakibatkan rakyat biasa seperti dirinya naik darah. Padahal, jika uang sebesar itu tidak dikorupsi, bisa digunakan untuk membangun 60.000 puskesmas di seluruh pelosok Tanah Air.

Hal itulah, kata Gus Raharjo, yang akan dilakukan Ganjar. Membangun satu puskesmas di setiap desa dilengkapi dengan fasilitas dan tenaga kesehatan yang mumpuni. Ganjar tidak ingin ada lagi bayi meninggal karena akses bersalin kurang memadai di daerah.

“Dibanding sekadar program makan gratis, usulan program Pak Ganjar lebih masuk akal. Segmentasi kebutuhan dasarnya jelas,” jelasnya menyindir program makan gratis yang diusung paslon 02.

Ia sangat yakin, jika Ganjar terpilih menjadi presiden 2024, maka persoalan kemiskinan, penegakan hukum, pemberantasan korupsi, masalah kesehatan dan pendidikan akan dibereskan. Apalagi, Ganjar mempunyai wakil yang sangat berpengalaman yang memiliki integritas dalam penegakan hukum.

“Apalagi dengan adanya Pak Mahfud MD di sebelahnya sebagai wakil. Ah, tidak bisa kita mengelak bahwa dua tokoh ini adalah pasangan yang tepat. Ingatlah betapa tegas Pak Mahfud dulu semasa menjabat ketua MK. Berapa banyak pula kasus besar dibongkar saat beliau menjabat Menkopolhukam,” ucapnya.

Menurut Gus Raharjo, naif bila masih ada orang yang mencari-cari alasan untuk tak sepakat dengan gagasan Ganjar bersama Mahfud ini. Masyarakat Indonesia butuh sosok pemimpin yang tegas memberantas korupsi dan bisa menjadi sosok teladan.

“Sungguh perlu dilakukan tindakan luar biasa untuk memberi efek kapok kepada mereka. Miskinkan koruptor. Rampas hartanya. Dan terakhir, penjarakan di Nusakambangan. Itu tiga gagasan yang relevan dan sangat mendesak. Saya sendiri lega mendengar ada capres setegas itu dalam menyikapi korupsi!,” imbuhnya.

Komentar