PMI Menghadapi Tantangan Berupa Krisis dan Bencana Tak Terduga

Berita, Headline161 Dilihat

Teras Malioboro News—Palang Merah Indonesia (PMI) ke depan, menghadapi tantangan serius berupa krisis dan bencana tak terduga. Untuk itu, upaya membangun kapasitas internal PMI dengan mengembangkan keahlian dan kompetensi khusus, sangat dibutuhkan guna menghadapinya. Selain itu, PMI juga perlu menata dan berinovasi meningkatkan pelayanan kepada masyarakat menuju transformasi digital.

“PMI adalah organisasi yang mengandalkan kepercayaan masyarakat. Untuk menjaga kepercayaan tersebut, seluruh komponen PMI harus bekerja profesional, menjunjung tinggi Prinsip Dasar Gerakan Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah yakni kemanusiaan, kesamaan, kenetralan, kemandirian, kesukarelaan, kesatuan, dan kesemestaan. Prinsip tersebut harus menjadi pedoman dalam bekerja menghadapi dinamika dan tantangan operasi kemanusiaan ke depan. Selain tentu saja mengedepankan transparansi dan akuntabilitas,” kata Ketua PMI DIY, GBPH. H. Prabukusumo, S.Psi, dalam acara  Musyawarah Kerja Provinsi (Mukerprov) PMI DIY Tahun 2022/2023, 18 Februari 2023 di Ruang Rapat Handayani, Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Gunungkidul.

Prabukusumo menuturkan, mukerprov adalah mekanisme organisasi untuk mengevaluasi kinerja PMI DIY tahun 2022, dan merencanakan program kerja tahun 2023.

Baca Juga : Tiga Hari Digelar Baiturrahman Islamic Fair, Berikut Agendanya

Gusti Prabu menekankan, PMI ke depan juga harus terus memodernisasi organisasi dengan tata kelola yang profesional dan akuntabel, dalam menjalankan program-program yang efektif dan berkelanjutan, dan dalam merespons permintaan layanan kepada masyarakat.

Hal ini hanya bisa dilakukan dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan kelembagaan secara simultan, pelibatan masyarakat, dan pemberdayaan kapasitas lokal.

“Sehingga PMI DIY mampu menjawab apa yang menjadi amanat Undang-undang Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan. Oleh karenanya, PMI DIY harus merespons cepat berbagai krisis kesehatan dari perubahan iklim dan bencana,” tutur Gusti Prabu.

Dikatakan, tahun 2022, PMI DIY dengan dukungan PMI Pusat telah menginisiasi berbagai program masyarakat. Di antaranya Program Sekolah Sehat, Aman, dan Hebat (Sahabat WASH PMI) di dua sekolah wilayah Kota Yogyakarta dan Sleman, dan Koica for Kids di wilayah Yogyakarta. Saat pemerintah mencabut pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Covid-19, PMI DIY telah menjangkau lebih dari ribuan orang dengan layanan kesehatan, promosi kesehatan, dan vaksinasi.

Sepanjang tahun 2022, PMI DIY telah menjangkau sejumlah 153.275 jiwa penerima manfaat dengan berbagai program layanan. Penanganan Covid-19 menjangkau 1.440 jiwa, terdiri atas penyemprotan disinfektan sejumlah 1.420 jiwa, pemakaman dan pemulasaran sejumlah 20 kasus. Sementara pelayanan ambulans kegawatdaruratan menjangkau 1.017 layanan, pelayanan ambulans non-kegawatdaruratan 309 layanan. Sedangkan penyemprotan eco enzyme di sepanjang jalan-jalan protokol di Yogyakarta penerima manfaat sejumlah 84.800 jiwa. selain itu, PMI juga melakukan penyemprotan eco enzyme di tempat pembuangan sampah terpadu di Piyungan dengan penerima manfaat sejumlah 56.272 jiwa. Distribusi air bersih menjangkau 900 jiwa penerima manfaat.

Baca Juga : Disebut Ramah untuk Si Kecil, Begini Spesifikasi dan Fitur Samsung Galaxy Tab A7 Lite Wi-Fi

Respons kejadian di DIY menjangkau sejumlah 2.136 jiwa, Koica for Kids 200 siswa, respons penyemprotan dan promosi kesehatan 510 jiwa, Sahabat WASH PMI menjangkau 871 jiwa. Respons tanggap darurat bencana gempa bumi Cianjur menjangkau sejumlah 4.496 penerima manfaat.  Vaksinasi menjangkau 324 orang penerima manfaat.

Sementara itu, tercatat 338 peringatan dini juga telah diteruskan kepada masyarakat melalui Posko PMI DIY, sedang laporan kejadian bencana yang direspons PMI se-DIY sejumlah 1.053 kejadian.

“Saat kita terus merespons melayani masyarakat, PMI juga memastikan dukungan kepada staf dan relawan yang bekerja dengan melatih dan mengasuransikan mereka,” kata Gusti Prabu.

Dalam upaya meningkatkan kapasitas personel, PMI DIY telah menyelenggarakan berbagai pelatihan di antaranya pelatihan manajemen tanggap darurat bencana (MTDB), lokalatih posko, orientasi pertolongan pertama, bimbingan teknis SIAMO, bimbingan teknis perencanaan dan pelaporan.

baca juga : Waspada Kanker Anak. Gejala Ini Sering Terjadi.

Selain itu, Pusdiklat PMI DIY pada tahun 2022 telah menyelenggarakan beberapa pelatihan di antaranya Pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS), pertolongan pertama, caregiver, ambulans, dan training of trainer. Sedangkan Klinik Pratama PMI DIY juga telah melayani 39.224 orang pasien dan Klinik Dialis sejumlah 43 orang pasien.

“Pada tahun 2023, PMI DIY akan fokus pada keikutsertaan aktif Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) Palang Merah Remaja (PMR) tingkat Nasional yang akan diselenggarakan di Provinsi Lampung pada Juli mendatang. Selain itu juga peningkatan kapasitas internal PMI dalam rangka pelayanan masyarakat yang profesional dan berintegritas serta bergerak bersama masyarakat,” ungkap Gusti Prabu. (suwarjono)

Komentar