Sate Pak Pong Duta UMKM, Yogya Presisi Wakili Perusahaan Besar

Paritrana Award Nasional

Headline1, Jogja Raya131 Dilihat

TerasMalioboroNews.com—Pelanggan Sate Pak Pong, boleh berbangga. Sate klatak di Bantul ini, menjadi contoh dari usaha kecil menengah yang patuh dalam memenuhi ketentuan undang-undang terkait jaminana sosial bagi seluruh karyawan. Kepatuhan Sate Pak Pong ini, kemudian membawanya maju dalam Paritrana Award tingkat nasional tahun 2023 untuk kategori UMKM.

Membersamai Sate Pak Pong, adalah Yogya Presisi Teknikatama Industri selaku wakil dari perusahaan skala besar dan Sera Food Indonesia dari perusahaan menengah. Sedangkan dari kategori pemerintah kabupaten dan kota, akan maju Pemkab Kulonprogo, yang dalam Paritrana Award menjadi yang terbaik di DIY.

Asisten Deputi Bidang Kewilayahan Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Jawa Tengah dan DIY Dyah Swasti Kusumawardhani mengatakan, Paritrana Award merupakan penghargaan yang diinisiasi oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Republik Indonesia, yang diberikan kepada pemerintah daerah dan badan usaha (perusahaan) atas dukungan terhadap implementasi perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Paritrana Award dimulai pada tahun 2017, sehingga pada tahun 2022 menjadi Penghargaan Paritrana Award tahun ke 6 (enam). Mekanisme Paritrana Award pada Tahun 2022 berbeda dengan tahun tahun sebelumnya. Hal yang baru pada Paritrana Award tahun 2022 ini Paritrana digelar pada tingkat provinsi dan tingkat nasional.

Panitia tingkat provinsi bertugas menyeleksi, menilai, menetapkan pemenang dan memberikan penghargaan pada tiap kategori.

Untuk menentukan pihak-pihak yang berhak menerima penghargaan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan melibatkan berbagai unsur sebagai tim penilaian diantaranya ahli kebijakan publik, ahli hukum, ahli ekonomi, dan ahli jaminan sosial.

Selain itu, penilaian juga melibatkan SPSI (Serikat Pekerja Seluruh Indonesia), maupun Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia.

Tim tersebut diketuai Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Drs. Raden Kadarmanta Baskara Aji, yang dibantu Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Yogyakarta Teguh Wiyono, dan Kepala Dinas Tenaga Kerja DIY Aria Nugrahadi.

Tim Paritrana Award 2022 dibentuk sesuai dengan Keputusan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor :29/PAN/2022 tentang Pembentukan Panitia Penghargaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Paritrana Award) Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Tim penilai ini bekerja sesuai kompetensi di bidang masing-masing untuk menilai secara transparan, akuntabel terhadap perusahaan, apakah melalui observasi langsung, atau wawancara langsung dengan owner perusahaan, maupun pekerjanya. Dari situ akan dilihat apakah ada kemajuan perusahaan dari tahun ke tahun, stagnan, menanjak, atau menurun,” kata Teguh, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Yogyakarta.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Yogyakarta, Teguh Wiyono juga mengatakan, Paritrana award sangat penting karena merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan awareness dan peran aktif Pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota dalam meningkatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dan meningkatkan kepatuhan terhadap peraturan jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Kami ucapkan terima kasih dan apresiasi kepada pemerintah daerah dan perusahaan yang sudah mendukung melalui regulasi maupun alokasi anggaran untuk membayar iuran pekerja menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan,” ucap Teguh pada wawancara seusai kegiatan Penganugerahan Paritrana Award Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2022.

Dia berharap Paritrana Award dapat menjadi sebuah prestasi yang membanggakan bagi pemerintah daerah, dan para pelaku usaha skala besar, menengah, hingga UMKM yang telah berupaya secara maksimal untuk memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja di wilayah maupun perusahaan masing-masing.

Pj Bupati Kulonprogo, Tri Saktiana mengakui, bersaing dengan kabupaten dan kotamadya lain di Indonesia untuk Paritrana Award bukan hal yang mudah. Namun, Kulonprogo tidak akan mengadu program yang berfokus pada  capaian jumlah kepesertaan.

Sebagai kabupaten kecil, Kulonprogo jelas tidak akan mampu bersaing dengan kabupaten dan kota-kota besar seperti di wilayah Jabodetabek.

“Maka strategi kami adalah bukan pada kuantitas, tapi kualitas kepesertaan.  Kami akan sodorkan progra, perlindungan untuk pekerja mandiri penderes, sebagai kekuatan di Kulonprogo. Harapannya ini bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain, dan bisa memenangkan Paritrana Award,” katanya. (suwarjono)

 

 

Komentar