Dari Roof Top Platinum Adisucipto Hotel & Conference Center, Ingat Kala Momong Bocah ke Bandara

TerasMalioboroNews.com–Kesibukan Bandara Adisujitpto Yogyakarta, hingga sekitar 2010 menjadi daya tarik masyarakat. Hilir mudik pesawat yang take off maupun landing, menjadi hiburan tersendiri bagi keluarga dengan anak-anak yang ingin melewatkan waktu. Utamanya saat akhir pekan ataupun saat sore menjelang petang.

Biasanya, masyarakat bergerombol di sepanjang jalan yang terbagi dua jalur menuju dan keluar Akademi Angkatan Udara (AAU). Sepeda motor ataupun mobil diparkir di tepi jalan. Lantas penumpangnya berdiri di tepian jalan menunggu pesawat mendarat ataupun terbang, entah dari ataupun menuju arah barat ataupun timur. Beberapa, ada yang sambil menyuapi buah hati mereka. Dengan harapan makannya lebih banyak.

“Iya. Aku juga pernah ngajak anak. Kadang dari ujung kampung di Berbah yang berbatasan langsung dengan jalan menuju AAU itu. Dari bawah pohon trembesi, kami bisa melihat pesawat terbang dan mendarat dengan lebih leluasa dan nyaman. Sejuk oleh hembusan angin,” ujar Sulis, salah seorang jurnalis yang berkesempatan ikut menikmati suasana Kota Jogja dan Adisutjipto dari Infinity Sky Bar Platinum Adisucipto Hotel & Conference Center. Hotel berlantai 10 yang berlokasi di sebelah utara bandara milik AAU tersebut.

Sky bar ini, kata Sales Manager Platinum, Vinka Narwastu, menjadi salah satu spot favorit tamu saat menginap di Platinum Adisucipto. Terutama saat pagi dan petang hingga malam hari. Saat cuaca cerah, dari bagian atap hotel ini, bisa menikmati semua keindahan di sekitar. Ada view Bandara Adisutjipto di sisi selatan, kemudian pegunungan seribu di sisi timur, dan Merapi di sebelah utara. Kalau malam hari, gemerlap Kota Jogja juga sangat menawan.

Sebagai tempat nongkrong dan bersantai, Infinity Sky Bar oleh manajemen dilengkapi dengan berbagai fasilitas. Sudah tentu camilan hingga menu berat, lengkap dengan aneka minuman. Juga ada venue untuk live music. Yang punya hobi tarik suara, bisa nimbrung di venue.

“Sekarang, Bandara Adisutjipto memang tidak seramai dulu. Tapi kalau pagi dan sore hari, masih ada sejumlah maskapai yang terbang dan mendarat di Adisutjipto. Sebaliknya, lalu lintas kereta api yang sekarang makin padat. Juga terlihat dari sini,” kata Astifa Putri, Account Manager Platinum Adisicupto Hotel.

Hotel bintang empat ini, katanya, semakin diminati wisatawan yang liburan ke Yogyakarta. Tamu Platinum, kebanyakan adalah pebisnis dan tamu-tamu kedinasan yang sedang bertugas di Jogja. Lokasinya yang berseberangan dengan bandara, menjadikan Platinum sangat strategis. Akses untuk menuju moda transportasi udara sangat terjangkau.

Sedangkan menuju ke kota, juga masih sangat terjangkau. Bahkan menuju pusat keramaian sekaligus ikon Kota Jogja yakni Malioboro, bisa ditempuh hanya sekitar 20 menit.

“Sekarang kami mengoperasikan 152 kamar. Ada dua kamar yang dipilih. Pertama, kamar Suite Eksekutif seharga Rp 1.510.200 per malam. Kamar ini seluas 51 meter persegi. Ada juga Kamar Mewah Ranjang Kembar dengan sarapan seharga Rp 528.000 per malam. Kamar ini seluas 29 meter per segi,” kata Vinka lebih lanjut. (suwarjono)

Komentar