Produk Kerajinan  Asal Jogja Ini Tembus Pasar Manca. Omzetnya  Trilyunan.

Headline1, Info UMKM261 Dilihat

Teras Malioboro News – Bermodal sebuah semangat akhirnya  Deddy Effendy berhasil meraih omzet Rp.1,5 Trilyun dari usaha dekorasi rumah seperti cermin, lampu,guci dan lain-lain.  Melalui  jenama “ PalemCraft “, Deddy membuat kerajinan dengan bahan serat batang pisang, rumput rayung, bambu, ranting pohon, kulit kerrang serta bahan-bahan sederhana lainnya.

Awalnya  barang-barang tersebut hanya dipasarkan secara local, tetapi kini hasil kerajinannya sudah merambah pasar manca negara.

Deddy mengaku,  awalnya usaha kerajinan ini hanya menjadi pelengkap toko batik miliknya. Tetapi, setelah melihat banyak   konsumen yang menyukai hasil kerajinannya, maka Deddy memutuskan untuk merambah pasar manca negara .

“ Banyak wisatawan manca yang belanja ditoko kami menyukainya. Jadi kami coba untuk eksport ternyata justru permintaan ekspor sangat gencar. ” ujar Deddy  wartawan  disela kesibukannya,pekan ini.

Baca Juga Grebeg UMKM 2023 , Dorong UMKM Naik Kelas Ke Tingkat Global

Ditambahkan Deddy, setelah produknya diterima konsumen di luar negeri,  kreatofitas untuk melahirkan hasil kerajinan bar uterus bermunculan. Bahkan  untuk produk-produk kerajinan unik mengalami permintaan yang luar biasa.  Belajar dari hal tersebut, Deddy kemudian menyesuaikan produk kerajinannya dengan  permintaan pasar.

Deddy mengaku, usaha kerajinan ini telah dijalani sejak 2003 dan saat ini hampir 90 persennya merupakan pasar eksport. Beberapa negara yang rutin menjadi sasaran pemasarannya antara lain negara-negara Eropa, Spanyol, Perancis,Belanda, Belgia,Amerika,Korea, Yunani serta negara lainnya.

“ Setiap kiriman, bisa mencapai 5 kontainer . Biasanya kamu kirim ke Eropa, Korea dan Yunani. Meski demikian, ada juga pasar dalam negeri seperti beberapa hotel dan resort yang ada di Bali. ” ujar Deddy.

Menurutnya, Sebagian besar konsumen  tertarik  karena produk kerajinan Palem Craft unik, ramah lingkungan dan  aman  karena tidak memakai bahan perwarna kimia.  Bahkan dalam proses pembuatan kerajinan terlebih dulu melalui uji kualitas bahan baku.

“ Misalnya untuk bahan yang berasal dari serat pisang, terlebih dulu serat tersebut kami press dengan mesin agar seratnya tidak mudah putus.  Serat ini yang kemudian kami gunakan untuk  asesoris produk seperti cermin, lampu hias serta produk lainya. ” jelasnya.

Pemilihan bahan serat pisang ini, selain mudah didapat juga mudah dianyam dan dipotong sehingga saat menjadi produk kerajinan hasilnya lebih rapih.

Meski bahan baku ini mudah didapatkan, tetapi karena Deddy memilih bahan yang berkualitas bagus maka pihaknya bekerjasama dengan beberapa petani di Indonesia.  Hal ini dimaksudkan juga sebagai upaya pemberdayaan petani dan tenaga kerja.

Untuk proses produksi.saat ini Deddy dibantu oleh 70 orang  pegawai dan ribuan tenaga kerja lepas yang tersebar di  daerah Bantul , Kulon Progo dan Kota Yogyakarta. Sedangkan untuk show room prodyuknya  berada di Jalan KH Ahmad Dahlan No. 8 Yogyakarta. (*/)

Komentar