Cornelia & Co Berbagi Kiat Komunikasi Untuk Kampanye Kesehatan

Headline2, Jogja Raya256 Dilihat

Teras Malioboro News —  Bertepatan dengan  peringatan Hari Lupus International,  Senin  (29/5/2023),  Sahabat Cempluk yang merupakan Komunitas Lupus terbesar di Yogyakarta menggandeng Cornellia & Co (PR and Digital Marketing) mengadakan Talkshow dengan tema besar “Communication for Health Campaign” yang diselenggarakan di Auditorim Lt 5 Rumah Sakit Jogja International Hospital.

Talkshow ini menghadirkan 3 narasumber hebat di bidangnya yaitu Dr. Ayu Cornellia, BA., M.Si. (Director & Founder Cornellia&Co PR & Marketing Agency) yang menyampaikan mengenai “Networking Tips in Digital Era”.

Selanjutnya Affi Khresna (Creative Director Bromica Advertising) yang menyampaikan “Cara Kreatif Galang Donasi”. Terakhir, Ian Sofyan (Founder Sahabat Cempluk & Trainer Public Speaking) menyampaikan “Public Speaking for Health Campaign”.

Adapun peserta talkshow ini terdiri dari para anggota Perhumas DIY, Humas RS se DIY, Komunitas Relawan Lupus , para penyintas dan Aktifis Kemanusiaan Lions Club Yogyakarta.

Baca Juga : Gelar Aksi Donor Darah di Yogyakarta, Insan Pegadaian Ingin Lebih Bermanfaat Bagi Masyarakat

Founder Sahabat Cempuk Yogyakarta Ian Sofyan

CEO Cornelia & Co  Dr.Ayu Helena Cornelia menyampaikan, acara ini diselenggarakan sebagai bagian dari kepedulian terhadap  para Odapus ( Orang Dengan Lupus ) yang saat ini menunjukkan gejala semakin meningkat. Jika sebelumnya kegiatan difokuskan pada para Odapus, kali ini kegiatan difokuskan pada para praktisi Public Relation  dan Kehumasan agar mereka mampu mengkomunikasikan kepada public mengenai  penyakit Lupus  agar semakin difahami oleh masyarakat.

“  Jika kali ini sasaran kami kepada para praktisi Humas Rumah Sakit sebenarnya tujuannya bukan sekedar  mampu mengkomunikasikan mengenai Lupus, tetapi juga semua penyakit dengan mudah. ” ujar Ayu  dalam wawancara dengan sejumlah awak media disela-sela kegiatan

Ditambahkan Ayu, dengan  masyarakat semakin memahami gejala awal Lupus,  diharapkan jumlah Odapus dapat ditekan peningkatannya. Sebab, jika diketahui sejak dini, maka  penyakit ini juga lebih mudah untuk dikontrol dibandingkan yang sudah terlanjur mengalami komplikasi  berupa gangguan organ-organ lain.  Kegiatan CSR untuk para Odapus ini merupakan kegiatan rutin  tahunan dari Cornelia  & Co  dengan menggandeng mitra yang berbeda.

Baca Juga : Amankah Rebusan Daun Sirih Untuk Obat Sakit Mata ?

“ Lupus itu gejalanya tidak spesifik. Karena itu perlu pemahaman secara menyeluruh.  Untuk itu, tugas dari para praktisi Humas Rumah Sakit ini untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. ” tandas Ayu.

Sementara itu, Founder Sahabat Cempluk Yogyakarta Ian Sofyan menyampaikan,  penyakit Lupus ini banyak di dominasi oleh kaum wanita.  Selain faktor genetis, ada 14 faktor utama yang mampu menjadi pemicu Lupus dan salah satu diantaranya adalah stress.

” Kaum wanita itu kan multi tasking.  Tapi tanpa dia sadari dia berada dalam kondisi stress . Nah itu bisa menjadi salah satu pemicunya. ” ujar Ian.

Kemudian Ian menukil data bahwa  berdasarkan suatu studi sistemik di Asia Pasifik memperlihatkan data insidensi sebesar 0,9 – 3,1 per 100.000 populasi/tahun. Prevalensi kasar sebesar 4,5 – 45,3 per 100.000 populasi.

Sementara itu  menurut The Lupus Foundation of America memperkirakan sekitar 1,5 juta kasus terjadi di Amerika dan setidaknya terjadi lima juta kasus di dunia. Setiap tahun diperkirakan terjadi sekitar 16 ribu kasus baru Lupus. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mencatat jumlah penderita Lupus di seluruh dunia dewasa ini mencapai lima juta orang.

Baca Juga :NIVEA Deo Lotion Sachet Harumkan Suasana Lebaran di 3 Kota

“ Sebagian besar dari mereka adalah perempuan usia produktif dan setiap tahun ditemukan lebih dari 100 ribu penderita baru. Di Indonesia, jumlah penderita penyakit Lupus secara tepat belum diketahui.  Namun, Prevalensi Systemic Lupus Erythematosus (SLE) di masyarakat berdasarkan survei memperlihatkan angka sebesar0,5% tehadap total populasi.  “ ungkap Ian.

Meski demikian, kaum perempuan Odapus tidak serta merta kehilangan segalanya. Sebab, ketika  penyakit tersebut terkontrol dengan benar, maka  kaum  perempuan masih dapat beraktifitas secara normal seperti orang lain.

Oleh karena itu,  talkshow mengenai  komunikasi dan networking  tersebut dinilainya sangat berarti bagi para Odapus guna memantik semangat dan ide-ide kreatif yang mereka miliki melalui peralatan  dan aplikasi digital yang semakin  berkembang. (*/Sulist Ds )

Komentar