Paska Pemilu, Publik Menilai Kondisi Ekonomi  Lebih Buruk

Headline1, Politik94 Dilihat

Teras Malioboro News —   Paska Pemilu,  sebagian besar masyarakat menilai kondisi ekonomi dan penegakan hukum justru lebih memburuk.  Fakta ini diketahui berdasarkan  survei Lembaga  Indikator Politik Indonesia , yang melakukan survei  melalui telepon guna mengetahui respon publik terhadap pelaksanaan Pemilu 2024 Serta Isu-Isu Malpraktek Elektoral.

Dari  survei tersebut ditemukan data bahwa  sebagian besar masyarakat menilai bahwa kondisi ekonomi memburuk Paska Pemilu.  Terdapat fakta bahwa 27,9  persen responden menilai ekonomi paska Pemilu kondisinya lebih buruk dan 12, 7 persen. Sehingga jika digabungkan terdapat 40, 6 responden yang menilai kondisi ekonomi paska Pemilu 2024 lebih buruk dibanding sebelumnya.

Survei tersebut dilakukan pada periode 18- 21 Februari 2024 , terhadap  1227 responden  dengan metode Random Digit Dialing (RDD)  melalui pembangkitan telepon secara acak.  Margin error survei  ditetapkan sebesar 2,9 persen  pada tingkat kepercayaan 95 persen serta asumsi random sampling.

Baca Juga : Survei LSI Tempatkan Prabowo – Gibran di Angka 56.1 Persen, Peluang Pemilu Satu Putaran

Founder Indikator Politik Indonesia Prof.Burhanuddin Muhtadi memaparkan,  kenaikan harga beras diyakini menjadi faktor utama masyarakat memberikan respon negatif terhadap kondisi ekonomi paska Pemilu 2024. Kondisi ekonomi yang memburuk ini akan menyulitkan transisi kekuasaan antara Jokowi dengan Prabowo.

“ Saya kira ini masukan buat  pemerintah, karena kalau kondisi ekonomi nasional masih memburuk, secara elektoral bisa selamat karena Pemilu sudah selesai tetapi tak ada  selenbrasi. “ ujar Burhan dalam rilis media secara daring, Selasa (28/2/2024).

Selanjutnya diungkapkan Burhan,  selain masalah ekonomi yang memburuk, publik juga menilai penegakan  hukum nasional juga memburuk.  Diperoleh data bahwa 33,5 persen menilai penegakan hukum Paska Pemilu berlangsung lebih buruk dibanding sebelumnya.  Sedangkan yang menilai baik dan sangat baik hanya 30,9 persen .  Oleh karena itu, dengan adanya temuan ini disarankan pemerintah harus segera turun tangan.

Baca Juga : Prabowo : Kemenangan Ini Adalah Kemenangan Rakyat

Meskipun demikian, data menunjukkan bahwa masyarakat masih percaya terhadap kinerja Presiden. Hal itu ditunjukkan dengan  data survei yang menunjukkan  bahwa  76,6 persen responden merasa puas dengan kinerja Presiden , sedangkan responden yang merasa tidak puas hanya sebesar 20,7 persen.  Hal tersebut memberikan gambaran adanya rasa optimis ditengah   tekanan harga beras .

“ Secara umum masyarakat masih percaya terhadap kinerja Presiden Jokowi, Cuma jika kita lihat tren-nya ada penurunan. Jika tren kenaikan harga beras masih berlanjut, saya kira tren penurunan juga akan terus berlanjut  “ ujar Burhan.

Sementara itu, terhadap penyelanggaraan Pemilu  2024 , diperoleh  data  sebanyak  82 persen merasa puas dan hanya 14,6 persen yang merasa tidak puas.  Sedangkan sebanyak  79,3 persen responden menilai Pemilu 2024 berlangsung secara Jujur dan Adil.

Menurut Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia Hendro Prasetyo P.Hd, temuan ini harus dibaca  sebagai persepsi  masyarakat umum  terhadap penyelengaraan Pemilu. . Oleh karena itu, meskipun angka kepuasan terhadap penyelenggaraan Pemilu sangat tinggi, harus diakui bahwa Pemilu 2024 belum sempurna.  (*/Sulist Ds )

Komentar