Cinta dan Kasih Sayang Allah

Payung Peneduh

Headline1, Oase113 Dilihat

Sedikit pun, cinta dan kasih sayang Allah tidak berubah. Kalau terasa bergoyang, tolong check lebih dalam. Jangan-jangan, cinta dan kasih sayang kita terhadap sesama yang menurun tajam.

Secuil pun, cinta dan kasih sayang Allah tidak berkurang. Bila terasa menipis, tolong telisik lebih teliti. Jangan-jangan, kebaikan kita pada sesama yang sedang kritis.

Setitik pun, cinta dan kasih sayang Allah tidak hilang. Jika kita merasa pertolongan Allah jarang berkunjung datang. Jangan-jangan, pertolongan kepada sesama, yang tidak lagi kita ulurkan.

Kasih sayang Allah, hadir dalam setiap anyaman cinta, yang kita rajut terhadap sesama. Hadir dalam setiap benang kebaikan, yang kita jahit kepada manusia dan semesta.

“Tidaklah beriman seseorang di antara kalian sehingga dia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri.”(HR. Bukhari)

”Kasihi dan sayangi mereka yang ada di bumi. Niscaya para penghuni langit akan turut mengasihi dan menyayangi kalian.” (HR. Bukhari).

“Barang siapa menghilangkan kesusahan seorang muslim, niscaya Allah akan menghilangkan satu kesusahannya di hari Kiamat. Barang siapa menutup aib seorang muslim, niscaya Allah akan menutup aibnya di Hari Kiamat. Allah selalu menolong seorang hamba selama dia menolong saudaranya.” (HR. Muslim).

Inilah yang kerap kali saya sebutkan dengan hukum gema. Apa yang kita terima, seperti apa yang pernah kita bagi dan beri. Bila kita menabur angin, pasti akan menuai badai. Jika kita menebar serbuk sari, kita akan memanen kembang, kemanapun angin membawa pergi.

Oleh karena itu, tebarkan kasih sayang. Warnai dan cerahkan hari-hari dengan berbagi dan memberi. Rasakan kebahagian, dengan membuat orang lain bahagia.

Jangan pikirkan buah manis yang akan kita terima sebagai balasan. Semua telah Allah janjikan, siapkan, dan tetapkan. Tinggal kita menjalankan dengan penuh ikhlas mengharap ridho Allah yang Maha Rahman.

Salam teduh : Ustadz Sujarwo

Komentar