Konsorsium Vokasi DIY Berkolaborasi Susun Program Penguatan Ekosistem Kemitraan.

Headline1, Pendidikan137 Dilihat

Teras Malioboro News – Sebagai tindak lanjut dari kesepakatan sinergi Perguruan Tinggi Vokasi di Yogyakarta dengan Pemda dan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) DIY, maka Sekolah Vokas UGM, AKN Seni Budaya Yogyakarta dan Fakultas Vokasi UNY, Selasa (21/11/2023 ) melakukan Pelatihan Perencanaan dan Penyusunan Program Penguatan Ekosistem Kemitraan Perguruan Tinggi Vokasi di Hotel Khas Tugu Yogyakarta. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Perguruan Tinggi Vokasi, Bappeda DIY, Dinas Pariwisata DIY , KADIN, Forum SMK dan sejumlah Pimpinan Media massa.

Tim Pakar Direktorat Mitra Dudi Kemdikbud Ristek Dewi Liliana menyampaikan, program penguatan ekosistem kemitraan Perguruan Tinggi Vokasi ini merupakan Program Nasional yang diselenggatrakan oleh Kemdikbud Ristek yang dilaksanakan selama 3 tahun. Dalam pelaksanaanya Perguruan Tinggi Vokasi bekerjasama dengan sejumlajh stake holder terkait.
“ Setelah terlaksana 3 tahun, nanti hasilnya akan kita kaji dan evaluasi. “ ujar Dewi disela-sela kegiatan workshop.

Baca Juga : 3 Perguruan Tinggi Vokasi di Jogja Jalin Kemitraan Dengan Dunia Usaha dan Pemda  DIY

Ditambahkan Dewi, hasil dari program vokasi ini nantinya tidak sebatas hanya untuk DIY tetapi berlaku nasional. Sebab, Program ini tidak hanya dilaksanakan di DIY saja tetapi dilaksanakan di seluruh Indonesia.

Untuk program awal ini, Kemendikbud Ristek membentuk 20 konsorsium yang tersebar di berbagai wilayah. Nantinya, hasil program dari 20 konsorsium ini akan saling dikomunikasikan sehingga kebutuhan tenaga kerja di masing-masing wilayah dapat saling terisi.

Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Sekolah Vokasi UGM Dr.Wiryanta ST, MT menyampaikan, para peserta kali ini mendapatkan pelatihan workshop perencanaan tren kebutuhan tenaga kerja di DIY serta Perencanaan Inovasi Manajemen Tenaga Kerja yangd didasarkan pada potensi daerah. Salah satu metodenya adalah metode pembuat forecast atau ramalan serta pemetaan kebutuhan tenaga kerja dimasa yang akan datang.

“ Dalam workshop ini didiskusikan sejumlah kebutuhan berdasarkan peristiwa yang terjadi, tren atau kemungkinan yang terjadi sampai dengan teknologi yang dibutuhkan. Sekarang ini kami sampai pada proses perumusan untuk menuju tahap itu “ ujar Wiryanta.

Baca Juga : Kementerian Pendidikan RI Gelar Kick Off Nasional Program Penguatan Ekosistem Kemitraan Pendidikan Vokasi

Wiryanta selanjutnya mengemukakan masukan dan data-data yang diperoleh dari para peserta FGD ini nantinya akan diramu dan dianalisis untuk dan untuk tahap selanjutnya dilakukan pemetaan kebutuhan dna perencanaan program. Jika kemudian ternyata terjadi miss match atara kebutuhan dilapangan dan kurikulum yang sedang disusun oleh 3 Perguruan Tinggi Vokasi, maka untuk selanjutnya akan dilakukan perubahan kebijakan.

Namun pada prinsipnya, kebijakan teknisnya nanti tidak bersikap kaku, karena sebagai Perguruan Tinggi Vokasi selama ini juga selalu berkomunikasi dengan Dunia Industri guna menyesuaikan kebutuhan tenaga kerja bagi para lulusannya.

“ Jika memang harus terkoreksi ya bisa saja. tidak masalah. Apalagi status PTN BH sekarang ini, semua Perguruan Tinggi diberikan kewenangan mutlak untuk membuka dan menutup Program Studi sesuai dengan kondisi kampus masing-masing. Jadi untuk kedepan jika dirasa nggak sesuai, bisa saja kurikulum kamu di re-orientasi“ ujar Wiryanta. (*/Sulist Ds )

Komentar