Senator DIY Hafidh Asrom Berharap Bermunculan Kartini-Kartini Muda dari Generasi Milenial

Berita, Headline154 Dilihat

TERAS MALIOBORO NEWS – Senator Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)/anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Drs HA Hafidh Asrom MM berharap banyak bermunculan Kartini-Kartini muda yang lahir dari generasi milenial.

Menurutnya, generasi “zaman now” atau milenial harus memiliki sifat seperti Kartini sebagai seorang perempuan atau ibu yang semangat berjuangnya sangat tinggi, cerdas, dan relijus.

“Kartini adalah seorang muslimat, murid dari seorang ulama besar yaitu mBah Sholeh Darat,” ujar Hafidh Asrom dalam “Diskusi Kebangsaan Dalam Rangka Bulan Kartini” yang diadakan Ponpes Sunan Kalijaga Gesikan di Gedung DPD RI DIY, Yogyakarta, Jumat (19 April 2024).

Hafidh mengingatkan bahwa peran kaum perempuan tidak bisa dinafikan dalam kiprah dan perjuangannya baik di keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara.

Buka Puasa Bareng Murid di Innside Hotel ,  Annissa Menangkan  Grand Prize  Motor Listrik

Menurut Hafidh, kaum perempuan memiliki peran yang sangat penting dalam sebuah keluarga. Mereka bertanggung jawab dalam menjaga kebersamaan dan keharmonisan keluarga. Peran-peran tersebut antara lain sebagai ibu, mereka bertanggung jawab dalam merawat, mendidik, dan mengasuh anak-anak dengan penuh kasih sayang.

“Ibu menjadi sosok yang memberikan pengajaran moral dan nilai-nilai keagamaan kepada anak-anak,” kata Hafidh.

Sebagai istri, lanjut Senator DIY itu, mereka memiliki tugas untuk mendukung suami dalam menjalankan peran sebagai kepala keluarga. Mereka juga bertanggung jawab dalam mengurus rumah tangga dan memastikan kebutuhan keluarga terpenuhi.

Sedangkan sebagai anggota keluarga yang lain, mereka juga memiliki peran dalam memelihara hubungan baik antar anggota keluarga. Mereka seringkali menjadi penengah dalam menyelesaikan konflik dan menjaga keharmonisan di dalam keluarga.

“Peran kaum perempuan dalam keluarga sangatlah penting untuk terciptanya keluarga yang bahagia dan sejahtera. Mereka memiliki kontribusi yang besar dalam membangun pondasi keluarga yang kuat dan kokoh,” tambahnya.

Sultan HB X : Maraknya Bencana , Pertanda Alam Mencari Manusia.

Hafidh yang juga menjabat Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) DIY mengemukakan, saat ini sudah semakin banyak kaum perempuan yang menjadi pemimpin di berbagai bidang baik dalam bidang politik, bisnis, pendidikan, maupun masyarakat. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan kesadaran akan pentingnya peran perempuan dalam kepemimpinan dan memberikan kesempatan yang lebih luas bagi perempuan untuk mengambil peran strategis dalam berbagai sektor.

Menurutnya, perempuan pemimpin biasanya membawa sejumlah keunikan dan nilai tambah dalam kepemimpinan seperti empati, kepekaan sosial, kemampuan multitasking, dan kemampuan berkomunikasi yang baik. Selain itu, kehadiran perempuan di posisi kepemimpinan juga dapat memberikan contoh positif bagi generasi muda dan memperkuat representasi perempuan dalam berbagai level kehidupan sosial.

Oleh karena itu, lanjut Hafidd, penting bagi masyarakat untuk terus mendukung perempuan dalam mengembangkan potensi kepemimpinan mereka dan menciptakan lingkungan yang inklusif dan mendukung bagi perempuan untuk berperan sebagai pemimpin.

Abhimantrana, Pameran Upacara Adat Kraton Yogyakarta

Ia mengatakan, sekarang ini lebih dari 30% pemimpin dari kalangan perempuan. Misalnya di DIY, Bupati Sleman adalah seorang perempuan, Penjabat Bupati Kulonprogo juga perempuan. “Mungkin ke depan bisa juga gubernurnya dari kalangan perempuan,” ujarnya.

Dalam acara “Diskusi Kebangsaan Dalam Rangka Bulan Kartini” hadir pula anggota Bawaslu DIY Umi Liliyina SH MH, Wakil Katib Syuriah PWNU DIY KH Beni Susanto, Pengasuh Ponpes Sunan Kali Jaga Nyai Hj Arif Nur Afifah, Sekretaris PW Muslimat NU DIY Ledil Izzah SHI MPdI, dan perwakilan dari Polda DIY. ***

 

 

Komentar