Kematian, Pemutus Kesempatan

Oleh : Ustadz Sujarwo

Headline1, Oase736 Dilihat

Teras Malioboro News – “(Allah) yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa, Maha Pengampun.”( QS. 67 : 2)

Tetaplah terjaga. Sebab ada saat, kita berada diujung kehidupan. Kemudian, terbujur kaku dalam dekap kematian. Tidak ada lagi kesempatan bangkit, meski untuk satu atau dua detik. Koma sudah menjadi titik.

“Dan kalau Allah menghukum manusia dengan kezalimannya, niscaya tidak ada yang akan ditinggalkan-Nya di bumi dari makhluk yang melata sekalipun, tetapi Allah menangguhkan mereka sampai waktu yang telah ditentukan. Maka apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun.” [QS. 16 : 61]

“Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada Allah…” [QS. 62 : 8]

Eratlah menjaga iman dan ketaatan. Sebab ada waktu, semua itu jauh dari jangkauan. Bahkan, emas seberat dunia, tidak lagi bisa jadi tebusan.

Baca Juga : Agama Islam Itu Indah dan Mudah

Teruslah berbuat baik dan berkarya. Sebab ada masa, kita tidak lagi bisa melakukan apa-apa. Menjadi orang yang baik dan benar, hanya tinggal angan dan pepesan kosong belaka.

“Dan infakkanlah sebagian dari apa yang Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu ; lalu dengan penuh penyesalan ia berkata, “Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda kematianku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah [melakukan tindakan benar] dan aku akan termasuk orang-orang yang saleh.” [QS. 63 : 10]

“…Hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata, “Ya Tuhanku, kembalikan aku ke dunia, agar aku dapat berbuat kebajikan yang telah aku tinggalkan…” [QS. 23 : 99 – 100]

Lihat Juga : Channel YouTube Ustadz Sujarwo

Umar bin Abdul Aziz pernah berkata, “Orang yang sudah mati terkurung dalam kuburnya menyesali apa yang telah mereka perbuat secara berlebihan. Sedangkan orang-orang yang masih hidup saling bertarung memperebutkan apa yang disesali oleh penghuni kubur. Sungguh orang yang sudah mati tidak mungkin mengulangi melakukan seperti apa yang dilakukan orang yang masih hidup tersebut. Sementara sayangnya, orang yang masih hidup tidak mengambil pelajaran dari penyesalan orang yang sudah mati.”

Muda punya sahabat bernama tua. Sehat punya karib bernama sakit. Kaya punya sohib bernama miskin. Kesempatan punya sisian bernama kesempitan. Kehidupan punya pasangan bernama kematian.

Kuatkan iman. Jangan sampai berkurang. Apalagi hilang. Segeralah memohon ampunan dan menebar kebaikan. Sekarang. Jangan tunggu esok petang. Apalagi lusa depan.***

Komentar