Prof.Suhadi Purwantoro :  Luas Hutan di Indonesia  Mengalami Penyusutan  Pesat

Uncategorized93 Dilihat

Teras Malioboro News —     Hutan Indonesia merupakan paru-paru dunia. Namun sayangnya luas hutan tropis di Indonesia terus mengalami penyusutan. Padahal hutan di Indonesia  merupakan salah satu faktor penyuplai  oksigen di  dunia.

Guru besar  Fakultas Ilmu Sosial Hukum dan Ilmu Politik  Prof.Dr.Suhadi Purwantoro M.SI mengungkapkan,  meskipun sebagian besar topografi di Indonesia berupa pegunungan, namun curah hujan yang tinggi membuat berbagai macam vegetasi tumbuh subur di I ndonesia.  Berdasarkan catatannya, luas hutan tropis di Indonesia pada awal abad 20  terdapat sebanyak 170 juta hektar , tetapi  pada tahun 2020 luas hutan menyusut sangat menjadi  90 juta hektar saja.

” Penebangan hutan besar-besaran berdampak pada pengurangan  ruang peresapan air hujan, sehingga pada musim hujan terjadi banjir  diberbagai wilayah.  Demikian juga berkurangnya hutan dilereng pegunungan berakibat pada berkurangnya  volume air dikawasan hutan dan hal itu  menyebabkan volume air tanah berkurang sehingga permukaan air tanah semakin menurun diberbagai wilayah. ” ujar Suhadi dalam Pidato Pengukuhan Guru Besar  dalam bidang Geografi Fisik yang berlangsung di Kampus UNY Sabtu (27/8/2023).

Baca Juga : UNY Berpartisipasi pada Ajang AHEC 2023

Dalam pidato ilmiahnya yang berjudul “ Potensi Kondisi Geografi Fisik  Indonesia Untuk  Mendukung Negara Maritim Yang Tangguh “ , Suhadi juga menyampaikan, luas sawah diberbagai wilayah di Indonesia diperkirakan sebanyak 7,4 juta hektar . Keluasan ini menyumbang sebanyak  32 juta ton beras nasioal setiap tahunnya.

Sedangkan sebagai negara maritim, Indonesia mempunyai berbagai macam potensi  kemaritiman. Wilayah Indonesia terdapat  berbagai macam cekungan laut.  Akibatnya Indonesia kaya dengan cadangan minyak dan gas.  Hingga tahun 2022 produksi minyak dan gas  tercatat sebanyak  800 ribu barrel minya dan  1 juta barrel of oil  equivalent per day (BOFPD)  gas. Selain itu, Indonesia juga menghasilkan  6,3 juta ton ikan tangkap setia harinya.

Rektor UNY Prof.Dr. Sumaryanto MKes AIFO melakukan pengalungan samir guru besar terhadap Dekan FISHIPOL UNYProf Dr.Suhadi Purwantoro Msi.

Baca Juga : Mahasiswa UNY Rancang Balancing Bike Dari Serat Rami

” Meskipun demikian, Indonesia belum bisa dikatakan sebagai negara maritim, karena  bangsa maritim   mata pencaharian penduduknya sebagian besar  berasal dari laut.  Indonesia dapat kembali menjadi negara maritim yang tangguh  dan sekuat kerajaan Sriwijaya , Singasari dan Majapahit  jika memiliki 4 komponen  negara maritim diantaranya adalah  masyarakat memiliki preferensi terhadap laut, sumber daya maritim, posisi geografis dan political will dari pemerintah. ”  tandas Suhadi.

Indonesdia dapat menjadi negara  maritim yang Tangguh,  Suhadi memandang perlu adanya  Pendidikan Kemaritiman atau penambahan kurikulum kemaritiman  karena   pendidiian merupakan salah satu upaya meningkatkan kualiats sumber daya manusia.  (*/Sulist Ds )

Komentar